TUGAS RESUME MANAJEMEN PERKANTORAN
Nama : Tika Nur’Aini Dewi
NIM : 10101244036
Pengertian Manajemen Perkantoran
Manajemen Kantor Lembaga Pendidikan adalah kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengawasi, mengevaluasi, dan mengendalikan semua kegiatan kantor lembaga pendidikan.
Contoh Kantor Lembaga Pendidikan :
a. Sekolah
b. Dinas Pendidikan
c. LPMP
d. Diklat
e. Dll.
Ruang Lingkup Pekerjaan Kantor
Ruang Lingkup pekerjaan kantor lembaga pendidikan pekerjaan kantor:
1. Menghimpun (mengumpulkan data)
2. Mencatat (mengetik)
3. Mengolah (menggunakan komputer atau manual)
4. Menggandakan (mengcopy)
5. Mengirim (melalui kurir,email,dll)
6. Menerima (email)
7. Menyimpan (tugas pegawai gudang, barang masuk, dicatat untuk arsip)
8. Layanan lain.
Peranan Tata Usaha
Peranan Tenaga Administrasi Sekolah
1. Melayani pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan operatif untuk mencapai tujuan dari suatu organisasi.
2. Menyediakan keterangan-keterangan bagi pucuk pimpinan organisasi itu untuk membuat keputusan atau melakukan tindakan yang tepat.
3. Membantu kelancaran perkembangan organisasi sebagai suatu keseluruhan.
Karakteristik Pekerjaan Kantor
Karakteristik Pekerjaan Kantor/TU
1. Bersifat layanan
Melayani semua peserta didik maupun pendidik dengan baik.
2. Seluruh bagian organisasi
Pekerjaan TU catat mencatat.
3. Dilakukan semua pihak
Semua pekerjaan tidak akan dikerjakan sendiri tanpa bantuan oranglain. Semua lini bergerak.
4. Orientasi mutu
Pengertian Organisasi
Organisasi adalah suatu system kerjasama yang dilakukan sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu.
Contoh Organisasi Pendidikan:
1. Sekolah
2. Dinas Pendidikan
3. Ponpes
4. Bimbel
Alasan pentingnya berorganisasi :
1. Delegasi tugas (pelimpahan wewenang)
2. Koordinasi
3. Tanggung jawab terhadap jabatannya
4. Otoritas tugas jelas
Prinsip Organisasi :
1. Ada garis otoritas
2. Otoritas berdasar tanggung jawab
3. Pengawas
4. Pengawas pusat
5. Simple tingkat manajemen
6. Garis komunikasi
7. Rumusan otoritas dan tanggung jawab
8. Prinsip spesialisasi
Pengorganisasian Pekerjaan Kantor
1. Sentralisasi
Keuntungan:
a. Memudahkan penyeragaman kerja
b. Memudahkan pengawas
c. Hemat peralatan kantor
d. Mudah meratakan beban kerja
e. Penggunaan tenaga kerja fleksibel
Kelemahan
a. Banyak pekerjaan yang tertunda karena banyak pekerjaan yang ditangani
b. Kebutuhan masing-masing unit belum tentu terpenuhi
2. Desentralisasi
Keuntungan
a. Cepat
b. Kebut khas terpenuhi
c. Arsip mudah
Kelemahan :
a. Boros
b. Pengawasan sulit
c. Arsip tersebar
Lingkungan Kantor
1. Lingkungan fisik
Segala sesuatu yang secara fisik ada dalam kantor.
Persyaratan lingkungan fisik kantor:
a. Kebersihan
b. Tata ruang
c. Fasilitas ruang
d. Suhu
e. Ventilasi
Pentingnya Lingkungan fisik kantor :
a. Kenyamanan kerja
b. Mempengaruhi kesehatan pegawai
c. Tercapainya tujuan
d. Berpengaruh pada efisiensi dan efektifitas kerja
2. Lingkungan sosial
Hubungan antara kantor dengan lingkungan sosial disekitar kantor.
a. Komunikasi formal
b. Komunikasi informal
c. Komunikasi eksternal
d. Komunikasi internal
e. Komunikasi vertikal
f. Komunikasi horizontal
Tata Ruang Kantor
Tata ruang kantor adalah pengaturan perabotan, mesin, dan sebaginya didalam ruangan yang tersedia.
Fungsi dan tujuan perencanaan tataruang kantor diantaranya adalah:
1. Untuk menghasilkan lebih banyak pekerjaan dengan biaya serendah-rendahnya.
2. Mengurangi waktu yang diperlukan untuk suatu pekerjaan dengan memperbaiki alur pekerjaan.
3. Memperbaiki semangat bekerja para pegawai dengan menyiapkan suasana kerja yang lebih memuaskan (Komaruddin, 1986: 142).
Efisiensi Kerja
Kata "Efisien" berasal dari bahasa latin efficere yang berarti menghasilkan, mengadakan, menjadikan. Efisiensi dapat dirumuskan menurut suatu pengertian tertentu yaitu memaksimumkan perbandingan antara hasil bersih yang nyata (imbangan akibat-akibat yang dikehendaki terhadap yang tidak dikehendaki) dengan pengorbanan yang diberikan.
Jadi efisiensi kerja pada umumnya merupakan perwujudan dari cara-cara bekerja yang efisien, dilihat dari segi usaha yang meliputi 3 unsur yaitu waktu, biaya dan metode kerja (tenaga dan pikiran), suatu cara bekerja yang efisien ialah cara yang dengan tanpa sedikitpun mengurangi hasil yang hendak dicapai yaitu :
1. Cara yang termudah.
2. Cara yang teringan.
3. Cara yang tercepat.
4. Cara yang tersingkat.
5. Cara yang termurah.
Suatu cara bekerja efisien yang dipraktekkan pada suatu satuan usaha tertentu akan mengakibatkan tercapainya hasil yang dikehendaki, bahkan dalam derajat yang tinggi mengenai mutu dan hasilnya. Jadi hasil yang maksimal dalam setiap pekerjaan tergantunga pada cara bekerja yang efisien.
Senin, 14 November 2011
MANAJEMEN PERKANTORAN-MANAJEMEN PENDIDIKAN
TUGAS MANAJEMEN PERKANTORAN
Nama : Tika Nur’Aini Dewi
NIM : 10101244036
Kelas : MP B/ NR
PENATAAN RUANG KANTOR
Ada 2 perumusan tentang defenisi tata ruang kantor yaitu :
1. Penataan kantor sebagai penyusunan perabotan dan alat perlengkapan pada luas lantai yang tersedia.
2. Penataan kantor adalah penentuan mengenai kebutuhan-kebutuhan ruang dan penggunaan secara terperinci dari sebuah ruang untuk penggunaan suatu susunan yang praktis dari faktor-faktor bagi pelaksanaan kerja perkantoran dengan biaya yang sehemat-hematnya.
PEDOMAN DALAM MENYUSUN TATA RUANG KANTOR
1. Pekerjaan dikantor dalam proses pelaksanaan dapat menempuh jalan terpendek.
2. Rangkaian aktivitas tata usaha dapat mengalir secar lancar.
3. Segenap ruang dipergunakan secara efisien
4. pengawasan terhadap pekerjaan dapat berlangsung dengan baik
5. pihak luar yang datang ke kantor tersebut mendapat kesan yang baik tentang kantor tersebut.
6. Susunan tempat kerja dapat diubah sewaktu-waktu diperlukan.
AZAS-AZAS PENATAAN RUANG KANTOR YANG BAIK
1. Azas jarak terpendek yaitu suatu tata ruang kantor yang terbaik ialah yang memungkinkan proses penyelesaian suatu pekerjaan menempuh jarak yang sependek-pendeknya.
2. Azas rangkaian kerja yaitu menempatkan para pegawai dan alat-alat kantor menurut rangkaian yang sejalan dengan urutan-urutan penyelesaian pekerjaan .
3. azas penggunaansegenap ruang yaitu mempergunakan sepenuhnya semua ruang yang ada termasuk ruang yang vertikal keatas maupun kebawah.
4. Azas perubahan susunan tempat kerja yaitu terjadinya pengubahan tata ruang kantor tersebut.
ADA 2 MACAM TATA RUANG KANTOR YAITU :
1. Tata ruang kantor terpisah yaitu susunan ruangan untuk bekerja terbagi-bagi dalam beberapa satuan yang dibagi-bagi karena keadaan gedung yang terdiri atas kamar-kamar
2. Tata ruang kantor yang terbuka yaitu Ruangan kerja yang dipisah-pisahkan tetapi semua aktivitasnya dilaksanakan pada satu ruang besar terbuka.
KEEFEKTIVITASAN TATA RUANG KANTOR TERBUKA
1. Memungkinkan pengawasan yang lebih efektif terhadap segenap pegawai
2. lebih memudahkan hubungan antar para pegawai
3. Lebih memudahkan tersebarnya cahaya dan perubahan udara
4. Jika terjadi penambahan pegawai/perabot kantor, tata ruang yang terbuka lebih mudah menampungnya.
TEHNIK UNTUK MENCAPAI SUATU TATA RUANG KANTOR YANG BAIK ADALAH :
1. Meja-meja disusun menurut garis lurus dan menghadap ke jurusan yang sama.
2. Pada tata ruang yang terbuka susunan meja-meja itu dapat terdiri atas beberapa baris.
3. Diantara baris-baris meja disediakan lorong-lorong untuk keperluan lalu lintas pegawai yang biasanya berjarak 120 cm
4. jarak antara satu meja dengan meja yang dimuka / dibelakng selebar 80 cm
5. pengawas kantor ditempatkan dibelakang para pegawainya.
LANGKAH-LANGKAH DALAM MERANCANG TATA RUANG KANTOR
1. Hendaknya dibuat gambar denah kantor yang bersangkutan dengan skala 1 : 40
2. Mempelajari segenap pekerjaan yang termasuk dalam lingkungan kantor, hendaknya semua aktivitas perkantoran dicatat.
3. Menyusun letak meja-meja kerja untu para pegawai
4. Tata ruang dirancang dengan menjejerkan guntingan-guntingan gambar meja dan kursi diatas gambar denah. Apabila sudah diperoleh tata ruang yang terbaik. Lekatkanlah guntingan-guntingan gambar tersebut pada gambar denah tadi.
FAKTOR-FAKTOR EFISIENSI KERJA
Ada beberapa factor yang bias mempengaruhi efisiansi kerja pegawai diantaranya :
1. Penyusunan ruang kerja pegawai sangat mempengaruhi roduktivitas dan semangat kerja pegawai.
2. Penyusunan ruang rapat disusun sesuai dengan kapasitas yang diperlukan. Dan harus diperhatikan bentuk meja dan kursi agar nyaman.
3. Penerangan kantor.
Secara garis besar, ada dua gal yang perlu diperhatikan yang berkaitan dengan penerangan, yaitu :
a. Banyaknya penerangan.
Ada beberpa pegawai yang membutuhkan penerangan, diantaranya pekerjaan yang membutuhkan penglihatan tajam (memeriksa perhitungan, pembukuan, menggambar), pekerjaan yang membutuhkan penglihatan biasa (surat menyurat, mengurus arsip, rapat, penerimaan dan pengiriman surat), pekerjaan yang membutuhkan penglihatan sepintas lalu (kamar mandi, rangga gedung), pekerjaan yang membutuhkan penglihatan sederhana (lorong gedung atau jalan lalu lintas gedung)
b. Mutu Penerangan
Pertimbangan dalam mutu penerangan adalah kadar cahaya, kecerahan, silau, daya kontras, dan usia pegawai. Semua hal ini sangat berhubungan satu sama lain. Efek warna dinding juga bias mempengaruhu penerangan dalam ruangan, sehingga ruang kantor jangan dicat dengan warna yang gelap, karena sangat mempengaruhi cahaya yang dipantulkan oleh lampu. Lampu juga harus sesuai dengan pekerjaan kantor, ruang mana yang membutuhkan banyak cahaya dan mana yang tidak. Sehingga disamping tidak boros listrik, juga bias mempengaruhi efektifitas pekerjaan.
4. Udara
Udara dalam hal ini ditinjau dari :
a. Suhu/temperature
b. Kelembapan
c. Sirkulasi/ventilasi
d. Kebersihan
Efisiensi pegawai kantor menunjukkan keuntungan rata-rata 20% setelah diberi AC. Dengan terpenuhinya kualitas dan kuantitas udara yang baik, maka akn meberikan keuntungan yang banyak bagi kantor, antara lain :
• Meningkatkan produktivitas kerja
• Meningkatkan mutu kerja kantor
• Menjaga kesehatan pegawai
• Meningkatkan semangat kerja
• Menimbulkan kesan yang menyenangkan bagi para tamu
5. Bunyi/suara
Faktor suara dapat mempengaruhi efisiensi kerja (terutama pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi) karena suara yang bising dapat mengganggu dalam bekerja dan berpengaruh dalam kesehatan pegawai
Sumber :
http://pupus-ika.tripod.com/karya.htm
http://books.google.co.id/books?id=BqapYSJY_eYC&pg=PA161&dq=manajemen+perkantoran-Faktor+efisiensi+kerja&hl=id&ei=xnSYTbmiF4vprQft1NXpCw&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=2&ved=0CCoQ6AEwAQ#v=onepage&q&f=false
Nama : Tika Nur’Aini Dewi
NIM : 10101244036
Kelas : MP B/ NR
PENATAAN RUANG KANTOR
Ada 2 perumusan tentang defenisi tata ruang kantor yaitu :
1. Penataan kantor sebagai penyusunan perabotan dan alat perlengkapan pada luas lantai yang tersedia.
2. Penataan kantor adalah penentuan mengenai kebutuhan-kebutuhan ruang dan penggunaan secara terperinci dari sebuah ruang untuk penggunaan suatu susunan yang praktis dari faktor-faktor bagi pelaksanaan kerja perkantoran dengan biaya yang sehemat-hematnya.
PEDOMAN DALAM MENYUSUN TATA RUANG KANTOR
1. Pekerjaan dikantor dalam proses pelaksanaan dapat menempuh jalan terpendek.
2. Rangkaian aktivitas tata usaha dapat mengalir secar lancar.
3. Segenap ruang dipergunakan secara efisien
4. pengawasan terhadap pekerjaan dapat berlangsung dengan baik
5. pihak luar yang datang ke kantor tersebut mendapat kesan yang baik tentang kantor tersebut.
6. Susunan tempat kerja dapat diubah sewaktu-waktu diperlukan.
AZAS-AZAS PENATAAN RUANG KANTOR YANG BAIK
1. Azas jarak terpendek yaitu suatu tata ruang kantor yang terbaik ialah yang memungkinkan proses penyelesaian suatu pekerjaan menempuh jarak yang sependek-pendeknya.
2. Azas rangkaian kerja yaitu menempatkan para pegawai dan alat-alat kantor menurut rangkaian yang sejalan dengan urutan-urutan penyelesaian pekerjaan .
3. azas penggunaansegenap ruang yaitu mempergunakan sepenuhnya semua ruang yang ada termasuk ruang yang vertikal keatas maupun kebawah.
4. Azas perubahan susunan tempat kerja yaitu terjadinya pengubahan tata ruang kantor tersebut.
ADA 2 MACAM TATA RUANG KANTOR YAITU :
1. Tata ruang kantor terpisah yaitu susunan ruangan untuk bekerja terbagi-bagi dalam beberapa satuan yang dibagi-bagi karena keadaan gedung yang terdiri atas kamar-kamar
2. Tata ruang kantor yang terbuka yaitu Ruangan kerja yang dipisah-pisahkan tetapi semua aktivitasnya dilaksanakan pada satu ruang besar terbuka.
KEEFEKTIVITASAN TATA RUANG KANTOR TERBUKA
1. Memungkinkan pengawasan yang lebih efektif terhadap segenap pegawai
2. lebih memudahkan hubungan antar para pegawai
3. Lebih memudahkan tersebarnya cahaya dan perubahan udara
4. Jika terjadi penambahan pegawai/perabot kantor, tata ruang yang terbuka lebih mudah menampungnya.
TEHNIK UNTUK MENCAPAI SUATU TATA RUANG KANTOR YANG BAIK ADALAH :
1. Meja-meja disusun menurut garis lurus dan menghadap ke jurusan yang sama.
2. Pada tata ruang yang terbuka susunan meja-meja itu dapat terdiri atas beberapa baris.
3. Diantara baris-baris meja disediakan lorong-lorong untuk keperluan lalu lintas pegawai yang biasanya berjarak 120 cm
4. jarak antara satu meja dengan meja yang dimuka / dibelakng selebar 80 cm
5. pengawas kantor ditempatkan dibelakang para pegawainya.
LANGKAH-LANGKAH DALAM MERANCANG TATA RUANG KANTOR
1. Hendaknya dibuat gambar denah kantor yang bersangkutan dengan skala 1 : 40
2. Mempelajari segenap pekerjaan yang termasuk dalam lingkungan kantor, hendaknya semua aktivitas perkantoran dicatat.
3. Menyusun letak meja-meja kerja untu para pegawai
4. Tata ruang dirancang dengan menjejerkan guntingan-guntingan gambar meja dan kursi diatas gambar denah. Apabila sudah diperoleh tata ruang yang terbaik. Lekatkanlah guntingan-guntingan gambar tersebut pada gambar denah tadi.
FAKTOR-FAKTOR EFISIENSI KERJA
Ada beberapa factor yang bias mempengaruhi efisiansi kerja pegawai diantaranya :
1. Penyusunan ruang kerja pegawai sangat mempengaruhi roduktivitas dan semangat kerja pegawai.
2. Penyusunan ruang rapat disusun sesuai dengan kapasitas yang diperlukan. Dan harus diperhatikan bentuk meja dan kursi agar nyaman.
3. Penerangan kantor.
Secara garis besar, ada dua gal yang perlu diperhatikan yang berkaitan dengan penerangan, yaitu :
a. Banyaknya penerangan.
Ada beberpa pegawai yang membutuhkan penerangan, diantaranya pekerjaan yang membutuhkan penglihatan tajam (memeriksa perhitungan, pembukuan, menggambar), pekerjaan yang membutuhkan penglihatan biasa (surat menyurat, mengurus arsip, rapat, penerimaan dan pengiriman surat), pekerjaan yang membutuhkan penglihatan sepintas lalu (kamar mandi, rangga gedung), pekerjaan yang membutuhkan penglihatan sederhana (lorong gedung atau jalan lalu lintas gedung)
b. Mutu Penerangan
Pertimbangan dalam mutu penerangan adalah kadar cahaya, kecerahan, silau, daya kontras, dan usia pegawai. Semua hal ini sangat berhubungan satu sama lain. Efek warna dinding juga bias mempengaruhu penerangan dalam ruangan, sehingga ruang kantor jangan dicat dengan warna yang gelap, karena sangat mempengaruhi cahaya yang dipantulkan oleh lampu. Lampu juga harus sesuai dengan pekerjaan kantor, ruang mana yang membutuhkan banyak cahaya dan mana yang tidak. Sehingga disamping tidak boros listrik, juga bias mempengaruhi efektifitas pekerjaan.
4. Udara
Udara dalam hal ini ditinjau dari :
a. Suhu/temperature
b. Kelembapan
c. Sirkulasi/ventilasi
d. Kebersihan
Efisiensi pegawai kantor menunjukkan keuntungan rata-rata 20% setelah diberi AC. Dengan terpenuhinya kualitas dan kuantitas udara yang baik, maka akn meberikan keuntungan yang banyak bagi kantor, antara lain :
• Meningkatkan produktivitas kerja
• Meningkatkan mutu kerja kantor
• Menjaga kesehatan pegawai
• Meningkatkan semangat kerja
• Menimbulkan kesan yang menyenangkan bagi para tamu
5. Bunyi/suara
Faktor suara dapat mempengaruhi efisiensi kerja (terutama pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi) karena suara yang bising dapat mengganggu dalam bekerja dan berpengaruh dalam kesehatan pegawai
Sumber :
http://pupus-ika.tripod.com/karya.htm
http://books.google.co.id/books?id=BqapYSJY_eYC&pg=PA161&dq=manajemen+perkantoran-Faktor+efisiensi+kerja&hl=id&ei=xnSYTbmiF4vprQft1NXpCw&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=2&ved=0CCoQ6AEwAQ#v=onepage&q&f=false
MANAJEMEN PERSONALIA-MANAJEMEN PENDIDIKAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen secara umum menurut Mary Parker Follet suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain. sedangkan menurut James A.F Stoner manajemen merupakan suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian serta menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Fungsi manajemen secara umum adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi tiga, yaitu:
1. Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.
2. Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
3. Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha.
Manajemen dibedakan berdasarkan objek yang diatur atau dikelola. Manajemen yang mengatur peserta didik disebut dengan manajemen peserta didik, manajemen yang mengatur personal atau sumber daya manusia disebut manajemen personalia, dan seterusnya.
Manajemen personalia menurut Prof. Edwin B. Filippo, manajemen personalia adalah “perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian atas pengadaan tenaga kerja, pengembangan, kompensasi, integrasi, pemeliharaan, dan pemutusan hubungan kerja dengan sumber daya manusia untuk mencapai sasaran perorangan, organisasi, dan masyarakat “.
Manajer atau pemimpin adalah orang-orang yang mencapai hasil melalui orang lain. Orang lain itu adalah para bawahan. Berhubung dengan itu menjadi kewajiban dari setiap pemimpin agar para bawahannya berprestasi. Prestasi bawahan, terutama disebabkan oleh dua hal yaitu: kemampuan dan daya dorong. Kemampuan dan sifat-sifat pribadi, sedang daya dorong dipengaruhi oleh sesuatu yang ada dalam diri seseorang dan hal-hal lain di luar dirinya.
Daya dorong yang ada dalam diri seseorang, sering disebut motivasi. Daya dorong di luar diri seseorang, harus ditimbulkan pemimpin dan agar hal-hal di luar diri seseorang itu turut mempengaruhinya, pemimpin harus memilih berbagai sarana atau alat yang sesuai dengan orang itu.
Sejak adanya hubungan atasan-bawahan, manusia telah berusaha meneliti daya dorong yang menyebabkan bawahan bertindak. Sejarah menunjukkan bahwa daya dorong itu berbeda dari masa ke masa. Dengan kata lain teori motivasi yang berlaku umum tidak akan ada. Dalam sejarahnya teori motivasi berkembang di era tahun 1950-an. Mula-mula orang menganggap bahwa daya dorong itu adalah ketakutan, pada akhirnya ternyata bukan demikian. Diadakan percobaan dengan penerapan perbaikan cara kerja sebagai hasil penelitian “time and motion studies”, ternyata bahwa hal ini bukan sepenuhnya benar. Pengertian yang mendalam kepada manusia ternyata menjadi kunci ditemukannya daya pendorong manusia untuk bertindak.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana peran motivasi bagi personalia pendidikan?
2. Bagaimana cara mengatasi penurunan motivasi kerja personalia pendidikan?
3. Bagaimana upaya yang harus dilakukan pimpinan/manajer untuk meningkatkan motivasi kerja personalia pendidikan?
C. Tujuan Penulisan
Makalah ini disusun bertujuan untuk mengetahui :
1. Peran motivasi bagi personalia pendidikan.
2. Cara mengatasi penurunan motivasi kerja personalia pendidikan.
3. Upaya yang dilakukan pimpinan/manajer untuk meningkatkan motivasi kerja personalia pendidikan.
D. Manfaat Penulisan
Menambah wawasan dan memberikan motivasi kepada personalia pendidikan serta sebagai masukan untuk membantu meningkatkan motivasi personalia pendidikan.
BAB II
KAJIAN TEORI
A. Konsep Motivasi
1. Pengertian Motivasi
Pemotivasian merupakan salah satu pekerjaan manajeman yang sederhana tapi rumit. Motivasi merupakan hal yng sederhana karena orang – orang pada dasarnya termotivasi atau terdorong untuk berperilakau dalam cara tertentu yang dirasakan mengarah kepada perolehan ganjaran. Dengan demikian, memotivasi seseorang tentunya mudah; usahakan saja untuk mengetahui apa yang dibutuhkannya dan gunakan hal itu sebagai kemungkinan ganjaran (atau “intensif”) (Gary Dessler, 1993 : 328).
Menurut kamus Bahasa Indonesia Modern, karangan Muhamad Ali, motif diartikan sebagai: sebab – sebab yang menjadi dorongan tindakan seseorang; dasar pikiran dan pendapat; sesuatu yang menjadi pokok. Dari pengertian motif tersebut dapat diturunkan pengertian motivasi sebagai sesuatu yang pokok, yang menjadi dorongan bagi seseorang untuk bekerja ( Prof. Ishak Arep, SE dk., 2003 : 12).
2. Manfaat motivasi
Secara singkat, manfaat motivasi yang utama adalah menciptakan gairah kerja, sehingga produktivitas kerja meningkat.
Sementara itu, manfaat yang diperoleh karena bekerja dengan orang – orang yang termotivasi adalah pekerjaan dapat diselasaikan dengan cepat. Artinya, pekerjaan diselesaikan sesuai standar yang benar dan dalam skala waktu yang sudah ditentukan, serta orang akan senang melakukan pekerjaannya.
Ciri – ciri orang yang termotivasi adalah sebagai berikut:
a. Bekerja sesuai standar
b. Senang bekerja
c. Merasa berharga
d. Bekerja keras
e. Sedikit pengawasan
f. Semangat juang tinggi.
3. Perlunya motivasi
Motivasi wajib dilakukan ketika perasaan tak puas muncul ke permukaan. Ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai, yaitu:
a. Tidak mau bekeraja sama pada waktu usaha ekstra diperlukan;
b. Segan menjadi sukarelawan untuk melakukan pekerjaan ekstra;
c. Datang terlambat, tetapi pulang lebih awal atau tidak masuk satu hari tanpa keterangan yang jelas;
d. Memperpanjang waktu istirahat minum kopi (coffee break) atau makan siang untuk mendapatkan waktu bebas dari pekerjaan;
e. Tidak menepati batas waktu karena tugas tidak dapat diselesaikan secara tepat waktu.
f. Tidak memiliki sifat – sifat standar yang dikehendaki;
g. Terus menerus mengeluh tentang hal sepele;
h. Menyalahkan orang lain pada waktu keadaan tidak berjalan lancar dan;
i. Tidak mau mematuhi instruksi.
Oleh karena itu, memotivasi adalah perlu. Jika satu dari aspek negatif itu terjadi tidaklah selalu berarti orang itu tidak bermotivasi.
4. Berbagai teori motivasi
1. Teori.A.H..Maslow
Teori motivasi yang sangat terkenal adalah toeri kebutuan yang dikemukakan oleh Abraham Maslow. Menurut Maslow bahwa pada setiap diri manusia itu terdiri atas lima kebutuhan, yaitu: kebutuhan secara fisiologis, rasa aman, social, penghargan dan aktualisasi diri. Seperti terlihat pada gambar berikut:
a. Aktualisasi.diri
Kebutuhan untuk menggunakan , skill, potensi, kebutuhan untuk berpendapat dengan mengemukakan ide-ide, memberikan penilaian dan kritik terhadap Sesutu.
b. Penghargaan.diri
Kebutuhan akan harga diri, kebutuhan dihormati dan dihargai orang lain.
c. Kepemilikan.sosial
Kebutuhan merasa memiliki, kebutuhan untuk diterima dalam kelompok, berafiliasi, berinteraksi dan kebutuhan untuk mencintai dan dicintai.
d. Rasa.aman
Kebutuhan rasa aman, kebutuhan perlindungan dari ancaman, bahaya, pertentangan dan lingkungan hidup.Kebutuhan.fisiologis
Kebutuhan fisiologis, kebutuhan makan, minum, perlindungan fisik, seksual, sebagai kebutuhan terendah
2. Teori.David.Mc.Uelland
David Mc Clelland direktur pusat penelitian kepribadian di universitas Harvard menganalisis tentang tiga kebutuhan manusia yang sangat penting di dalam organisasi tentang motivasi mereka. Mc Clelland theory of needs memfokuskan kepada tiga hal, yaitu:
a. Kebutuhan dalam mencapai kesuksesan (Need for a chievement); kemampuan untuk mencapai hubungan kepada standar perusaahn yang telah ditentukan juga perjuangan karyawan untuk menuju keberhasilan.
b. Kebutuhan dalam kekuasaan/ororitas kerja (need for power), kebutuhan untuk membuat orang berperilaku dalam keadaan yang wajar dan bijaksana dalam tugasnya masing-masing.
c. Kebutuhan untk berafiliasi (need for affiliation); hasrat untuk bersahabat dan mengenal lebik dekat rekan kerja dalam organisasi.
3. Toeri.Mc.Gregor
Dogles Mc Gregor mengajukan dua pandangan yang berbeda tentang manusia; negative dengan tanda x dan positif dengan tanda Y. Setelah melakukan penyelidikan tentang perjanjian seorang manajer dan karyawan, Mc. Gregor merumuskan asumsi-asumsi dan perilaku.manusiadalam.organisasi.sebagai.berikut:
Teori X (negative) merumuskan asumsi seperti:
a. Manusia sebenarnya tidak suka bekerja dan jika ada kesempatan dia akan menghindari atau bermalas-malasan dalam bekerja.
b. Semenjak manusia tidak menyukai pekerjaannya, mereka harus dia tur dan di kontrol bahkan mungkin ditakuti untuk menerima sanksi hukum jika tidak bekerja dengan sungguh-sungguh.
c. Manusia akan menghindari tanggung jawabnya dan mencari tujuan formal sebisa mungkin.
d. Kebanyakan manusia menempatkan keamanan dan di atas faktor lainnya yang berhubungan erat dengan pekerjaan dan akan menggambarkannya dengan sedikit ambisi.
Sebaliknya teori Y (positif) memiliki asumsi-asumsi sebagai berikut:
a. Manusia dapat memandang pekerjaan sebagai sesuatu yang wajar, lumrah dan alamiah
b. Manusia akan melatih tujuan pribadi dan pengontrakan diri sendiri jika mereka melakukan komitmen yang sangat objektif.
c. Kemampuan untuk melakukan keputusan yang cerdas dan inovatif adalah tersebar secara meluas diberbagai kalangan tidak hanya dari kalangan top manajement/dewan direksi jadi teori MC. Gregor ini lebih memihak kepada asumsi-asusmi Y dari perilaku sumber daya manusia di dalam organisasi. Boleh jadi, ide-ide secara partisipasi manusia dalam kepuasan kerjanya.
4. Teori.M.Scott.Myers
M. Scott Myers dari Texas menelaah 5 kelompok karyawan yaitu: ilmuwan, insinyur, penyelia pembuatan, teknisis pria yang dibayar berdasarkan jam, dan perakitan wanitan. Myers menerangkan 2 tipe karyawan: pencari motivas adalah karyawan yang dimotivasi oleh keberhasilan pelaksanaan, tanggung jawab, pertumbuhan, pengembangan, pekerjaan itu sendiri dan pengakuan, sedangkan pengelak motivasi biasanya terlalu memikirkan/merasa tidak puas dengan faktor-faktor seperti upah dan tunjangannya. Karena itu manajer yang ingin memotivasi karyawan harus menentukan orientasi kelompok dan sesudah itu menerapkan langkah-langkah perbaikan yang layak.
5. Teori.Frederick.Herzberg
Menurut teori Herzberg, faktor-faktor yang berperan sebagai motivator terhadap pegawai, yakni yang mampu memuaskan dan mendorong orang untuk bekerja baik terjadi dari:
a. Achievement.(keberhasilan.pelaksanaan)
Agar seorang bawahan dapat berhasil dalam pekerjaannya, maka pemimpin harus mempelajari bawahannya dan pekerjaannya dengan memberikan kesempatan agar bawahan dapat berusaha mencapai hasil. Selanjutnya agar pemimpin memberi semangat pada para pegawainya sehingga pegawai telah berhasil mengerjakan pekerjaannya, pemimpin harus menyatakan keberhasilan itu.
b. Recognition(pengakuan)
Pengakuan terhadap keberhasilan pegawai dapat dilakukan berbagai cara, yaitu:
-Memberi.surat.penghargaan
-Memberi.hadiah.berupa.uang.tunai
-Memberi.medali,surat.penghargaan,.dan.hadiah.uang.tunai
- Memberi kenaikan gaji dan promosi
c. The.work.it.self(pekerjaan.itu.sendiri)
Pemimpin membuat usaha-usaha yang riil dan meyakinkan, sehingga pegawai mengerti akan pentingnya pekerjaan yang dilakukannya dan berusaha menghindarkan kebosanan dalam pekerjaan pegawai serta mengusahakan agar pegawai sudah tepat dalam pekerjaannya.
d. Responsibilities(tanggung.jawab)
Agar responsibilities benar-benar menjadi motivator bagi pegawai, pemimpin harus menghindari supervise yang ketat, dengan memberikan pegawai bekerja sendiri sepanjang pekerjaan itu memungkinkan dan menerapkan prinsip partisipasi.
e. Advancement(pengembangan)
Agar faktor ini benar-benar berfungsi sebagai motivator maka pemimpin dapat memulainya dengan melatih bawahannya untuk pekerjaan yang lebih bertanggung jawab. Selanjutnya pemimpin memberi rekomendasi tentang pegawai yang siap untuk mengembangkan, untuk menaikkan pangkatnnya atau dikirim mengikuti pendidikan atau latihan lanjutan.
Teori motivasi menurut Drs. Heidjrachman Ranu Pandojo ( 1997: 198 ) yaitu:
a. Content theory
Teori ini menekankan arti pentingnya pemahaman faktor – faktor yang ada di dalam individu yang menyebabkan mereka bertingkah laku tertentu.
b. Process theory
Teori ini bukannya menekankan pada isi kebutuhan dan sifat dorongan dari kebutuhan tersebut, tetapi pendekatan ini menekankan pada bagaimana dan dengan tujuan apa setiap individu dimotivisir.
c. Reinforcement theory
Teori ini tidak menggunakan konsep suatu motive atau proses motivasi. Sebaliknya teori ini menjelaskan bagaimana konsekuensi perilaku di masa yang lalu mempengaruhi tindakan di masa yang akan datang dalam suatu siklus proses belajar.
5. Jenis – jenis Motivasi
Pada garis besarnya motivasi yang diberikan bisa dibagi menjadi dua yaitu motivasi positif dan motivasi negatif.
a. Motivasi positif
Motivasi positif adalah proses untuk mencoba mempengaruhi orang lain untuk menjalankan sesuatu yang kita inginkan dengan cara memberikan kemungkinan un dibagi menjadi dtuk mendapatkan hadiah.
b. Motivasi negatif
Motivasi negatif dalah prose untuk mempengaruhi seseorang agar mau melakukan sesuatu yang kita inginkan, tetapi teknik dasar yang digunakan adalah lewat kekuatan ketakutan.
6. Model motivasi
Motivasi pada hakekatnya merupakan pemberian suatu insentif yang bisa menarik keinginan seseorang untuk melakukan sesuatu. Model motivasi dibagi menjadi dua yaitu:
a. Model motivasi Positif
Faktor pertama dalam setiap proses motivasi adalah motive untuk bertindak, yang berupa sebab, keinginan atau kebutuhan yang belum terpenuhi.
b. Model motivasi negatif
Model motivasi negatif pada hakikatnya menggunakan unsur “ancaman” untuk memeksa orang melakukan sesuatu. Motif ini adalah untuk melindungi agar kenikmatan yang diperoleh tidak berkurang.
B. Konsep personalia pendidikan
Yang dimaksud personalia pendidikan adalah semua orang yang terlibat dalam tugas-tugas pendidikan, yaitu para guru/dosen sebagai pemegang peranan utama, manajer/administrator, para supervisor, dan para pegawai. Para personalia pendidikan perlu dibina agar bekerja sama secara lebih baik dengan masyarakat.
Pengaruh aktivitas manajemen personalia terhadap motivasi:
a. Analisis Pekerjaan
Dalam banyak hal analisis pekerjaan merupakan aktivitas ;personalia pertama yang mempengaruhi motivasi. Hampir semua orang tidak sangat termotivasi untuk melaksanakan pekerjaan apabila mereka merasa tidak memiliki ketrampilan dan kemampuan melakukan pekerjaan.
b. Perencanaan Dan Perekrutan Personalia
Motivasi bergantung pada pengangkatan pegawai yang memiliki kecakapan untunk me\lakukan pekerjaan dengan baik.
c. Testing Dan Seleksi
Memilih calon yang paling cakap dan bermotivasi tinggi yaitu dengan menggunakan formulir lamaran, wawancara, alat test, pengalaman sebelumnya, pusat-pusat penilaian dan sebagainnya.
d. Wawancara Pegawai
Wawancara yang efektif membantu dalam menyeleksi calon yang cakap dan bermotivasi tinggi.
e. Orientasi Dan Training
Motivasi membantu pegawai memperoleh pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan.
f. Pengembangan Pegawai Dan Manajemen
Penyediaan aktivitas pengembangan yang diperlukan manajer untuk melaksanakan pekerjaan yang efektif.
g. Menetapkan Rencana Penggajian
Gaji digunakan secara luas untuk memotivasi prestasi.
h. Insentif Finansial
Insentif finansial merupakan alat motivasi yang kuat karena terkait dengan prestasi.
i. Kesejahteraan Dan Pelayanan
Kesejahteraan dan pelayanan sangat penting karena mempengaruhi motivasi pegawai.
j. Program Peningkatan Kualitas Kehidupan Kerja
Untuk dapat memotivasi pegawai, perlu pemenuhan kebutuhan tingkat tinggi dan melalui lingkar kualitas, manajemen berdasarkan sasaran dan sebagainya.
k. Penilaian Prestasi
Penilaian motivasi dan prestasi pegawai serta menentukan ganjaran yang sesuai.
l. Manajemen Karier
Untuk meningkatkan motivasi lebih lanjut, perlu disediakan timbal balik dan menyediakan bimbingan karier bagi pegawai tersebut.
Orang – orang akan termotivasi untuk menyelesaikan tugas-tugas yang mereka pandang akan mengarah pada perolehan ganjaran.
BAB III
PEMBAHASAN
1. Peran Motivasi Terhadap Personalia Pendidikan
a. Untuk memberikan daya perangsang kepada pegawai yang bersangkutan agar pegawai tersebut bekerja dengan segala daya dan upayanya.
b. Mengingatkan orang-orang atau pegawai agar mereka bersemangat dan dapat mencapai hasil sebagaimana dikehendaki dari orang tersebut.
c. Meningkatkan kinerja pegawai sehingga pegawai dapat menjalankan tugasnya dengan optimal.
2. Cara Mengatasi Penurunan Motivasi
Suatu hal yang perlu diperhatikan agar karyawan dan perusahaan tidak mengalami kerugian akibat penuntutan motivasi, maka kita perlu mengatasi masalah tersebut dan mencegah dengan berupaya mengantisipasi kondisi yang terjadi.Beberapa pendekatan untuk mengatasi atau mengurangi kekurangan semangat dan motivasi dalam melaksanakan pekerjaan adalah dengan pendekatan kuratif dan pendekatan preventif.
a. Pendekatan Kuratif
Pendekatan kuratif atau mengatasi adalah melihat apakah masalah yang menimbulkan pengaruh pada motivasi penting atau tidak dalam pekerjaan. Apabila masalahnya tidak terlalu penting maka kita tidak perlu merasa putus asa. Tetapi bila ternyata masalah itu penting dalam pekerjaan, maka bicara secara terbuka dan langsung dengan pihak yang berwenang untuk mendapatkan kesamaan persepsi sehingga jalan keluarnya dapat ditemukan, misalnya atasan atau konselor. Bila pihak yang berwenang tidak dapat ditemui secara langsung, hubungi melalui surat atau telepon.
b. Pendekatan Antisipatif
Karyawan sebaiknya bekerja dengan sebaik-baiknya dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Selanjutnya berusaha menenangkan hati sewaktu bekerja dan jangan terganggu dengan perasaan gelisah. Bila merasa gelisah karena hal-hal yang tidak berkaitan dengan pekerjaan, maka sebaiknya menenangkan diri di luar ruang kerja dengan cara yang diyakini berhasil, misalnya dengan berdoa. Karyawan disarankan bersikap dan berpikir positif terhadap pekerjaan.
3. Usaha yang Di lakukan Manajer/pimpinan Untuk Meningkatkan Motivasi Kerja
a. Memotivasi karyawan dengan cara :
1. Menginspirasi, yaitu dengan memasukkan semangat ke dalam diri orang agar bersedia melakukan sesuatu dengan efektif. Orang di inspirasi melalui kepribadian pimpinan, keteladanannya, dan pekerjaan yang dilakukannya secara sadar atau tidak sadar.
2. Mendorong, yaitu dengan merangsang orang untuk melakukan apa saja yang harus dilakukan melalui pujian, persetujuan dan bantuan.
3. Mendesak, yaitu membuat orang merasa harus melakukan apa yang harus dilakukan dengan sesuatu cara, termasuk paksaan, kekerasan dan ancaman jika perlu. Namun, motivasi jenis ini sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan zaman dan bersifat negatif karena karyawan bekerja disebabkan adanya paksaan tanpa ada motif dari dirinya sendiri.
b. Memberikan kepada karyawan keterangan yang mereka perlukan untuk melakukan sesuatu pekerjaan dengan baik.
c. Memberikan kesempatan umpan balik secara teratur.
d. Meminta masukan dari karyawan dan melibatkan mereka di dalam keputusan yang mempengaruhi pekerjaan mereka.
e. Membuat saluran komunikasi yang mudah dipergunakan, sehingga karyawan dapat menggunakannya untuk mengutarakan pertanyaan/kehawatiran mereka dan memperoleh jawaban.
f. Belajar dari para karyawan itu sendiri apa yang memotivasi mereka.
g. Menghargai karyawan karena pekerjaan mereka yang baik secara umum.
h. Terus menerus memelihara hubungan dengan karyawan yang dbawahi.
i. Memberi selamat secara pribadi kepada karyawan yang melakukan pekerjaan dengan baik.
j. Menulis memo secara pribadi kepada karyawan tentang hasil kinerja mereka.
k. Memastikan apakah karyawan mempunyai sarana kerja yang terbaik.
l. Memberi karyawan satu pekerjaan yang baik untuk dikerjakan dan pimpinan harus memperlihatkan kepada karyawan bagaimana mereka dapat berkembang dan memberi kesempatan untuk mempelajari kemampuan-kemampuan baru.
m. Membantu berkembangnya rasa bermasyarakat sehingga karyawan akan merasa betah di dalamnya.
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan uraian di atas, dapat di tarik beberapa kesimpulan yaitu :
1. Upaya-upaya yang akan dilakukan oleh seorang manajer dalam memotivasi pegawai harus dilakukan dengan mengetahui beberapa komponen yang mempengaruhi mereka dalam melakukan.pekerjaan. Dengan demikian diperlukan pengetahuan dan pemahaman secara komprehensif terhadap faktor-faktor penentu yang dapat meningkatkan motivasi pegawai secara lebih dini.
2. Cara mengatasi penurunan motivasi yaitu dengan pendekatan kuratif dan pendekatan antisipatif.
3. Motivasi merupakan suatu faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu perbuatan atau kegiatan tertentu. Setiap tindakan yang dilakukan oleh seorang manusia pasti memiliki sesuatu faktor yang mendorong perbuatan tersebut. Motivasi atau dorongan untuk bekerja ini sangat penting bagi tinggi rendahnya produktivitas perusahaan. Tanpa adanya motivasi dari para karyawan atau pekerja untuk bekerja sama bagi kepentingan perusahaan maka tujuan yang telah ditetapkan tidak akan tercapai. Sebaliknya apabila terdapat motivasi yang besar dari para karyawan maka hal tersebut merupakan suatu jaminan atas keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuannya.
B. SARAN
a. Personalia pendidikan diharapkan dapat meningkatkan kinerjanya dengan adanya motivasi dan dukungan dari berbagai pihak.
b. Personalia pendidikan hendaknya mampu mempertahankan dan meningkatkan motivasi yang telah ada dalam dirinya.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen secara umum menurut Mary Parker Follet suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain. sedangkan menurut James A.F Stoner manajemen merupakan suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian serta menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Fungsi manajemen secara umum adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi tiga, yaitu:
1. Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.
2. Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
3. Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha.
Manajemen dibedakan berdasarkan objek yang diatur atau dikelola. Manajemen yang mengatur peserta didik disebut dengan manajemen peserta didik, manajemen yang mengatur personal atau sumber daya manusia disebut manajemen personalia, dan seterusnya.
Manajemen personalia menurut Prof. Edwin B. Filippo, manajemen personalia adalah “perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian atas pengadaan tenaga kerja, pengembangan, kompensasi, integrasi, pemeliharaan, dan pemutusan hubungan kerja dengan sumber daya manusia untuk mencapai sasaran perorangan, organisasi, dan masyarakat “.
Manajer atau pemimpin adalah orang-orang yang mencapai hasil melalui orang lain. Orang lain itu adalah para bawahan. Berhubung dengan itu menjadi kewajiban dari setiap pemimpin agar para bawahannya berprestasi. Prestasi bawahan, terutama disebabkan oleh dua hal yaitu: kemampuan dan daya dorong. Kemampuan dan sifat-sifat pribadi, sedang daya dorong dipengaruhi oleh sesuatu yang ada dalam diri seseorang dan hal-hal lain di luar dirinya.
Daya dorong yang ada dalam diri seseorang, sering disebut motivasi. Daya dorong di luar diri seseorang, harus ditimbulkan pemimpin dan agar hal-hal di luar diri seseorang itu turut mempengaruhinya, pemimpin harus memilih berbagai sarana atau alat yang sesuai dengan orang itu.
Sejak adanya hubungan atasan-bawahan, manusia telah berusaha meneliti daya dorong yang menyebabkan bawahan bertindak. Sejarah menunjukkan bahwa daya dorong itu berbeda dari masa ke masa. Dengan kata lain teori motivasi yang berlaku umum tidak akan ada. Dalam sejarahnya teori motivasi berkembang di era tahun 1950-an. Mula-mula orang menganggap bahwa daya dorong itu adalah ketakutan, pada akhirnya ternyata bukan demikian. Diadakan percobaan dengan penerapan perbaikan cara kerja sebagai hasil penelitian “time and motion studies”, ternyata bahwa hal ini bukan sepenuhnya benar. Pengertian yang mendalam kepada manusia ternyata menjadi kunci ditemukannya daya pendorong manusia untuk bertindak.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana peran motivasi bagi personalia pendidikan?
2. Bagaimana cara mengatasi penurunan motivasi kerja personalia pendidikan?
3. Bagaimana upaya yang harus dilakukan pimpinan/manajer untuk meningkatkan motivasi kerja personalia pendidikan?
C. Tujuan Penulisan
Makalah ini disusun bertujuan untuk mengetahui :
1. Peran motivasi bagi personalia pendidikan.
2. Cara mengatasi penurunan motivasi kerja personalia pendidikan.
3. Upaya yang dilakukan pimpinan/manajer untuk meningkatkan motivasi kerja personalia pendidikan.
D. Manfaat Penulisan
Menambah wawasan dan memberikan motivasi kepada personalia pendidikan serta sebagai masukan untuk membantu meningkatkan motivasi personalia pendidikan.
BAB II
KAJIAN TEORI
A. Konsep Motivasi
1. Pengertian Motivasi
Pemotivasian merupakan salah satu pekerjaan manajeman yang sederhana tapi rumit. Motivasi merupakan hal yng sederhana karena orang – orang pada dasarnya termotivasi atau terdorong untuk berperilakau dalam cara tertentu yang dirasakan mengarah kepada perolehan ganjaran. Dengan demikian, memotivasi seseorang tentunya mudah; usahakan saja untuk mengetahui apa yang dibutuhkannya dan gunakan hal itu sebagai kemungkinan ganjaran (atau “intensif”) (Gary Dessler, 1993 : 328).
Menurut kamus Bahasa Indonesia Modern, karangan Muhamad Ali, motif diartikan sebagai: sebab – sebab yang menjadi dorongan tindakan seseorang; dasar pikiran dan pendapat; sesuatu yang menjadi pokok. Dari pengertian motif tersebut dapat diturunkan pengertian motivasi sebagai sesuatu yang pokok, yang menjadi dorongan bagi seseorang untuk bekerja ( Prof. Ishak Arep, SE dk., 2003 : 12).
2. Manfaat motivasi
Secara singkat, manfaat motivasi yang utama adalah menciptakan gairah kerja, sehingga produktivitas kerja meningkat.
Sementara itu, manfaat yang diperoleh karena bekerja dengan orang – orang yang termotivasi adalah pekerjaan dapat diselasaikan dengan cepat. Artinya, pekerjaan diselesaikan sesuai standar yang benar dan dalam skala waktu yang sudah ditentukan, serta orang akan senang melakukan pekerjaannya.
Ciri – ciri orang yang termotivasi adalah sebagai berikut:
a. Bekerja sesuai standar
b. Senang bekerja
c. Merasa berharga
d. Bekerja keras
e. Sedikit pengawasan
f. Semangat juang tinggi.
3. Perlunya motivasi
Motivasi wajib dilakukan ketika perasaan tak puas muncul ke permukaan. Ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai, yaitu:
a. Tidak mau bekeraja sama pada waktu usaha ekstra diperlukan;
b. Segan menjadi sukarelawan untuk melakukan pekerjaan ekstra;
c. Datang terlambat, tetapi pulang lebih awal atau tidak masuk satu hari tanpa keterangan yang jelas;
d. Memperpanjang waktu istirahat minum kopi (coffee break) atau makan siang untuk mendapatkan waktu bebas dari pekerjaan;
e. Tidak menepati batas waktu karena tugas tidak dapat diselesaikan secara tepat waktu.
f. Tidak memiliki sifat – sifat standar yang dikehendaki;
g. Terus menerus mengeluh tentang hal sepele;
h. Menyalahkan orang lain pada waktu keadaan tidak berjalan lancar dan;
i. Tidak mau mematuhi instruksi.
Oleh karena itu, memotivasi adalah perlu. Jika satu dari aspek negatif itu terjadi tidaklah selalu berarti orang itu tidak bermotivasi.
4. Berbagai teori motivasi
1. Teori.A.H..Maslow
Teori motivasi yang sangat terkenal adalah toeri kebutuan yang dikemukakan oleh Abraham Maslow. Menurut Maslow bahwa pada setiap diri manusia itu terdiri atas lima kebutuhan, yaitu: kebutuhan secara fisiologis, rasa aman, social, penghargan dan aktualisasi diri. Seperti terlihat pada gambar berikut:
a. Aktualisasi.diri
Kebutuhan untuk menggunakan , skill, potensi, kebutuhan untuk berpendapat dengan mengemukakan ide-ide, memberikan penilaian dan kritik terhadap Sesutu.
b. Penghargaan.diri
Kebutuhan akan harga diri, kebutuhan dihormati dan dihargai orang lain.
c. Kepemilikan.sosial
Kebutuhan merasa memiliki, kebutuhan untuk diterima dalam kelompok, berafiliasi, berinteraksi dan kebutuhan untuk mencintai dan dicintai.
d. Rasa.aman
Kebutuhan rasa aman, kebutuhan perlindungan dari ancaman, bahaya, pertentangan dan lingkungan hidup.Kebutuhan.fisiologis
Kebutuhan fisiologis, kebutuhan makan, minum, perlindungan fisik, seksual, sebagai kebutuhan terendah
2. Teori.David.Mc.Uelland
David Mc Clelland direktur pusat penelitian kepribadian di universitas Harvard menganalisis tentang tiga kebutuhan manusia yang sangat penting di dalam organisasi tentang motivasi mereka. Mc Clelland theory of needs memfokuskan kepada tiga hal, yaitu:
a. Kebutuhan dalam mencapai kesuksesan (Need for a chievement); kemampuan untuk mencapai hubungan kepada standar perusaahn yang telah ditentukan juga perjuangan karyawan untuk menuju keberhasilan.
b. Kebutuhan dalam kekuasaan/ororitas kerja (need for power), kebutuhan untuk membuat orang berperilaku dalam keadaan yang wajar dan bijaksana dalam tugasnya masing-masing.
c. Kebutuhan untk berafiliasi (need for affiliation); hasrat untuk bersahabat dan mengenal lebik dekat rekan kerja dalam organisasi.
3. Toeri.Mc.Gregor
Dogles Mc Gregor mengajukan dua pandangan yang berbeda tentang manusia; negative dengan tanda x dan positif dengan tanda Y. Setelah melakukan penyelidikan tentang perjanjian seorang manajer dan karyawan, Mc. Gregor merumuskan asumsi-asumsi dan perilaku.manusiadalam.organisasi.sebagai.berikut:
Teori X (negative) merumuskan asumsi seperti:
a. Manusia sebenarnya tidak suka bekerja dan jika ada kesempatan dia akan menghindari atau bermalas-malasan dalam bekerja.
b. Semenjak manusia tidak menyukai pekerjaannya, mereka harus dia tur dan di kontrol bahkan mungkin ditakuti untuk menerima sanksi hukum jika tidak bekerja dengan sungguh-sungguh.
c. Manusia akan menghindari tanggung jawabnya dan mencari tujuan formal sebisa mungkin.
d. Kebanyakan manusia menempatkan keamanan dan di atas faktor lainnya yang berhubungan erat dengan pekerjaan dan akan menggambarkannya dengan sedikit ambisi.
Sebaliknya teori Y (positif) memiliki asumsi-asumsi sebagai berikut:
a. Manusia dapat memandang pekerjaan sebagai sesuatu yang wajar, lumrah dan alamiah
b. Manusia akan melatih tujuan pribadi dan pengontrakan diri sendiri jika mereka melakukan komitmen yang sangat objektif.
c. Kemampuan untuk melakukan keputusan yang cerdas dan inovatif adalah tersebar secara meluas diberbagai kalangan tidak hanya dari kalangan top manajement/dewan direksi jadi teori MC. Gregor ini lebih memihak kepada asumsi-asusmi Y dari perilaku sumber daya manusia di dalam organisasi. Boleh jadi, ide-ide secara partisipasi manusia dalam kepuasan kerjanya.
4. Teori.M.Scott.Myers
M. Scott Myers dari Texas menelaah 5 kelompok karyawan yaitu: ilmuwan, insinyur, penyelia pembuatan, teknisis pria yang dibayar berdasarkan jam, dan perakitan wanitan. Myers menerangkan 2 tipe karyawan: pencari motivas adalah karyawan yang dimotivasi oleh keberhasilan pelaksanaan, tanggung jawab, pertumbuhan, pengembangan, pekerjaan itu sendiri dan pengakuan, sedangkan pengelak motivasi biasanya terlalu memikirkan/merasa tidak puas dengan faktor-faktor seperti upah dan tunjangannya. Karena itu manajer yang ingin memotivasi karyawan harus menentukan orientasi kelompok dan sesudah itu menerapkan langkah-langkah perbaikan yang layak.
5. Teori.Frederick.Herzberg
Menurut teori Herzberg, faktor-faktor yang berperan sebagai motivator terhadap pegawai, yakni yang mampu memuaskan dan mendorong orang untuk bekerja baik terjadi dari:
a. Achievement.(keberhasilan.pelaksanaan)
Agar seorang bawahan dapat berhasil dalam pekerjaannya, maka pemimpin harus mempelajari bawahannya dan pekerjaannya dengan memberikan kesempatan agar bawahan dapat berusaha mencapai hasil. Selanjutnya agar pemimpin memberi semangat pada para pegawainya sehingga pegawai telah berhasil mengerjakan pekerjaannya, pemimpin harus menyatakan keberhasilan itu.
b. Recognition(pengakuan)
Pengakuan terhadap keberhasilan pegawai dapat dilakukan berbagai cara, yaitu:
-Memberi.surat.penghargaan
-Memberi.hadiah.berupa.uang.tunai
-Memberi.medali,surat.penghargaan,.dan.hadiah.uang.tunai
- Memberi kenaikan gaji dan promosi
c. The.work.it.self(pekerjaan.itu.sendiri)
Pemimpin membuat usaha-usaha yang riil dan meyakinkan, sehingga pegawai mengerti akan pentingnya pekerjaan yang dilakukannya dan berusaha menghindarkan kebosanan dalam pekerjaan pegawai serta mengusahakan agar pegawai sudah tepat dalam pekerjaannya.
d. Responsibilities(tanggung.jawab)
Agar responsibilities benar-benar menjadi motivator bagi pegawai, pemimpin harus menghindari supervise yang ketat, dengan memberikan pegawai bekerja sendiri sepanjang pekerjaan itu memungkinkan dan menerapkan prinsip partisipasi.
e. Advancement(pengembangan)
Agar faktor ini benar-benar berfungsi sebagai motivator maka pemimpin dapat memulainya dengan melatih bawahannya untuk pekerjaan yang lebih bertanggung jawab. Selanjutnya pemimpin memberi rekomendasi tentang pegawai yang siap untuk mengembangkan, untuk menaikkan pangkatnnya atau dikirim mengikuti pendidikan atau latihan lanjutan.
Teori motivasi menurut Drs. Heidjrachman Ranu Pandojo ( 1997: 198 ) yaitu:
a. Content theory
Teori ini menekankan arti pentingnya pemahaman faktor – faktor yang ada di dalam individu yang menyebabkan mereka bertingkah laku tertentu.
b. Process theory
Teori ini bukannya menekankan pada isi kebutuhan dan sifat dorongan dari kebutuhan tersebut, tetapi pendekatan ini menekankan pada bagaimana dan dengan tujuan apa setiap individu dimotivisir.
c. Reinforcement theory
Teori ini tidak menggunakan konsep suatu motive atau proses motivasi. Sebaliknya teori ini menjelaskan bagaimana konsekuensi perilaku di masa yang lalu mempengaruhi tindakan di masa yang akan datang dalam suatu siklus proses belajar.
5. Jenis – jenis Motivasi
Pada garis besarnya motivasi yang diberikan bisa dibagi menjadi dua yaitu motivasi positif dan motivasi negatif.
a. Motivasi positif
Motivasi positif adalah proses untuk mencoba mempengaruhi orang lain untuk menjalankan sesuatu yang kita inginkan dengan cara memberikan kemungkinan un dibagi menjadi dtuk mendapatkan hadiah.
b. Motivasi negatif
Motivasi negatif dalah prose untuk mempengaruhi seseorang agar mau melakukan sesuatu yang kita inginkan, tetapi teknik dasar yang digunakan adalah lewat kekuatan ketakutan.
6. Model motivasi
Motivasi pada hakekatnya merupakan pemberian suatu insentif yang bisa menarik keinginan seseorang untuk melakukan sesuatu. Model motivasi dibagi menjadi dua yaitu:
a. Model motivasi Positif
Faktor pertama dalam setiap proses motivasi adalah motive untuk bertindak, yang berupa sebab, keinginan atau kebutuhan yang belum terpenuhi.
b. Model motivasi negatif
Model motivasi negatif pada hakikatnya menggunakan unsur “ancaman” untuk memeksa orang melakukan sesuatu. Motif ini adalah untuk melindungi agar kenikmatan yang diperoleh tidak berkurang.
B. Konsep personalia pendidikan
Yang dimaksud personalia pendidikan adalah semua orang yang terlibat dalam tugas-tugas pendidikan, yaitu para guru/dosen sebagai pemegang peranan utama, manajer/administrator, para supervisor, dan para pegawai. Para personalia pendidikan perlu dibina agar bekerja sama secara lebih baik dengan masyarakat.
Pengaruh aktivitas manajemen personalia terhadap motivasi:
a. Analisis Pekerjaan
Dalam banyak hal analisis pekerjaan merupakan aktivitas ;personalia pertama yang mempengaruhi motivasi. Hampir semua orang tidak sangat termotivasi untuk melaksanakan pekerjaan apabila mereka merasa tidak memiliki ketrampilan dan kemampuan melakukan pekerjaan.
b. Perencanaan Dan Perekrutan Personalia
Motivasi bergantung pada pengangkatan pegawai yang memiliki kecakapan untunk me\lakukan pekerjaan dengan baik.
c. Testing Dan Seleksi
Memilih calon yang paling cakap dan bermotivasi tinggi yaitu dengan menggunakan formulir lamaran, wawancara, alat test, pengalaman sebelumnya, pusat-pusat penilaian dan sebagainnya.
d. Wawancara Pegawai
Wawancara yang efektif membantu dalam menyeleksi calon yang cakap dan bermotivasi tinggi.
e. Orientasi Dan Training
Motivasi membantu pegawai memperoleh pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan.
f. Pengembangan Pegawai Dan Manajemen
Penyediaan aktivitas pengembangan yang diperlukan manajer untuk melaksanakan pekerjaan yang efektif.
g. Menetapkan Rencana Penggajian
Gaji digunakan secara luas untuk memotivasi prestasi.
h. Insentif Finansial
Insentif finansial merupakan alat motivasi yang kuat karena terkait dengan prestasi.
i. Kesejahteraan Dan Pelayanan
Kesejahteraan dan pelayanan sangat penting karena mempengaruhi motivasi pegawai.
j. Program Peningkatan Kualitas Kehidupan Kerja
Untuk dapat memotivasi pegawai, perlu pemenuhan kebutuhan tingkat tinggi dan melalui lingkar kualitas, manajemen berdasarkan sasaran dan sebagainya.
k. Penilaian Prestasi
Penilaian motivasi dan prestasi pegawai serta menentukan ganjaran yang sesuai.
l. Manajemen Karier
Untuk meningkatkan motivasi lebih lanjut, perlu disediakan timbal balik dan menyediakan bimbingan karier bagi pegawai tersebut.
Orang – orang akan termotivasi untuk menyelesaikan tugas-tugas yang mereka pandang akan mengarah pada perolehan ganjaran.
BAB III
PEMBAHASAN
1. Peran Motivasi Terhadap Personalia Pendidikan
a. Untuk memberikan daya perangsang kepada pegawai yang bersangkutan agar pegawai tersebut bekerja dengan segala daya dan upayanya.
b. Mengingatkan orang-orang atau pegawai agar mereka bersemangat dan dapat mencapai hasil sebagaimana dikehendaki dari orang tersebut.
c. Meningkatkan kinerja pegawai sehingga pegawai dapat menjalankan tugasnya dengan optimal.
2. Cara Mengatasi Penurunan Motivasi
Suatu hal yang perlu diperhatikan agar karyawan dan perusahaan tidak mengalami kerugian akibat penuntutan motivasi, maka kita perlu mengatasi masalah tersebut dan mencegah dengan berupaya mengantisipasi kondisi yang terjadi.Beberapa pendekatan untuk mengatasi atau mengurangi kekurangan semangat dan motivasi dalam melaksanakan pekerjaan adalah dengan pendekatan kuratif dan pendekatan preventif.
a. Pendekatan Kuratif
Pendekatan kuratif atau mengatasi adalah melihat apakah masalah yang menimbulkan pengaruh pada motivasi penting atau tidak dalam pekerjaan. Apabila masalahnya tidak terlalu penting maka kita tidak perlu merasa putus asa. Tetapi bila ternyata masalah itu penting dalam pekerjaan, maka bicara secara terbuka dan langsung dengan pihak yang berwenang untuk mendapatkan kesamaan persepsi sehingga jalan keluarnya dapat ditemukan, misalnya atasan atau konselor. Bila pihak yang berwenang tidak dapat ditemui secara langsung, hubungi melalui surat atau telepon.
b. Pendekatan Antisipatif
Karyawan sebaiknya bekerja dengan sebaik-baiknya dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Selanjutnya berusaha menenangkan hati sewaktu bekerja dan jangan terganggu dengan perasaan gelisah. Bila merasa gelisah karena hal-hal yang tidak berkaitan dengan pekerjaan, maka sebaiknya menenangkan diri di luar ruang kerja dengan cara yang diyakini berhasil, misalnya dengan berdoa. Karyawan disarankan bersikap dan berpikir positif terhadap pekerjaan.
3. Usaha yang Di lakukan Manajer/pimpinan Untuk Meningkatkan Motivasi Kerja
a. Memotivasi karyawan dengan cara :
1. Menginspirasi, yaitu dengan memasukkan semangat ke dalam diri orang agar bersedia melakukan sesuatu dengan efektif. Orang di inspirasi melalui kepribadian pimpinan, keteladanannya, dan pekerjaan yang dilakukannya secara sadar atau tidak sadar.
2. Mendorong, yaitu dengan merangsang orang untuk melakukan apa saja yang harus dilakukan melalui pujian, persetujuan dan bantuan.
3. Mendesak, yaitu membuat orang merasa harus melakukan apa yang harus dilakukan dengan sesuatu cara, termasuk paksaan, kekerasan dan ancaman jika perlu. Namun, motivasi jenis ini sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan zaman dan bersifat negatif karena karyawan bekerja disebabkan adanya paksaan tanpa ada motif dari dirinya sendiri.
b. Memberikan kepada karyawan keterangan yang mereka perlukan untuk melakukan sesuatu pekerjaan dengan baik.
c. Memberikan kesempatan umpan balik secara teratur.
d. Meminta masukan dari karyawan dan melibatkan mereka di dalam keputusan yang mempengaruhi pekerjaan mereka.
e. Membuat saluran komunikasi yang mudah dipergunakan, sehingga karyawan dapat menggunakannya untuk mengutarakan pertanyaan/kehawatiran mereka dan memperoleh jawaban.
f. Belajar dari para karyawan itu sendiri apa yang memotivasi mereka.
g. Menghargai karyawan karena pekerjaan mereka yang baik secara umum.
h. Terus menerus memelihara hubungan dengan karyawan yang dbawahi.
i. Memberi selamat secara pribadi kepada karyawan yang melakukan pekerjaan dengan baik.
j. Menulis memo secara pribadi kepada karyawan tentang hasil kinerja mereka.
k. Memastikan apakah karyawan mempunyai sarana kerja yang terbaik.
l. Memberi karyawan satu pekerjaan yang baik untuk dikerjakan dan pimpinan harus memperlihatkan kepada karyawan bagaimana mereka dapat berkembang dan memberi kesempatan untuk mempelajari kemampuan-kemampuan baru.
m. Membantu berkembangnya rasa bermasyarakat sehingga karyawan akan merasa betah di dalamnya.
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan uraian di atas, dapat di tarik beberapa kesimpulan yaitu :
1. Upaya-upaya yang akan dilakukan oleh seorang manajer dalam memotivasi pegawai harus dilakukan dengan mengetahui beberapa komponen yang mempengaruhi mereka dalam melakukan.pekerjaan. Dengan demikian diperlukan pengetahuan dan pemahaman secara komprehensif terhadap faktor-faktor penentu yang dapat meningkatkan motivasi pegawai secara lebih dini.
2. Cara mengatasi penurunan motivasi yaitu dengan pendekatan kuratif dan pendekatan antisipatif.
3. Motivasi merupakan suatu faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu perbuatan atau kegiatan tertentu. Setiap tindakan yang dilakukan oleh seorang manusia pasti memiliki sesuatu faktor yang mendorong perbuatan tersebut. Motivasi atau dorongan untuk bekerja ini sangat penting bagi tinggi rendahnya produktivitas perusahaan. Tanpa adanya motivasi dari para karyawan atau pekerja untuk bekerja sama bagi kepentingan perusahaan maka tujuan yang telah ditetapkan tidak akan tercapai. Sebaliknya apabila terdapat motivasi yang besar dari para karyawan maka hal tersebut merupakan suatu jaminan atas keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuannya.
B. SARAN
a. Personalia pendidikan diharapkan dapat meningkatkan kinerjanya dengan adanya motivasi dan dukungan dari berbagai pihak.
b. Personalia pendidikan hendaknya mampu mempertahankan dan meningkatkan motivasi yang telah ada dalam dirinya.
PERAN PERPUSTAKAAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan tehnologi yang begitu pesat menuju era globalisasi, perlu ada upaya untuk meningkatkan mutu atau kualitas SDM, yang pada akhirnya meningkatkan pula mutu kehidupan seluruh bangsa. Salah satu upaya tersebut adalah dengan menambah kualitas sekolah dengan melengkapi sarana dan prasarana untuk belajar seperti halnya perpustakaan. Mengingat bagaimana perkembangan perpustakaan sungguh merupakan tempat segala penemuan dan pengetahuan, peristiwa – peristiwa penentu sejarah, terhimpun dan terabadikan, dan terbagikan sebanyak – banyak umat manusia menurut Meilina Bustari ( 2000: 1)
Perpustakaan sekolah merupakan perpustakaan yang di selenggara- kan pada sebuah sekolah, dikelola, sepenuhnya oleh sekolah yang bersangkutan, dengan tujuan utama mendukung terlaksananya dan tercapainya tujuan sekolah dan tujuan pendidikan pada umumnya. Sekolah merupakan tempat penyelenggaraan proses belajar mengajar, menanamkan dan, mengembangkan berbagai nilai, ilmu pengetahuan, dan teknologi, keterampilan, seni, serta, wawasan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Oleh karena itu, perpustakaan sekolah bukan hanya sekedar tempat penyimpanan bahan pustaka (buku. dan non buku), tetapi terdapat upaya untuk mendayagunakan agar koleksi-koleksi yang ada dimanfaatkan oleh pemakainya secara maksimal. Hal ini dipertegas dalam SK Mendiknas No. 053/U/2001 tanggal 19 April 2001 tentang Penyusunan Pedoman Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Persekolahan pada Tingkat TK, Dasar sampai dengan SMU/SMK, bahwa keberadaan perpustakaan. Agar bahan pustaka, dapat didayagunakan secara maksimal sesuai dengan tujuan dan fungsi perpustakaan sekolah, maka tentunya diperlukan suatu manajemen perpustakaan sekolah yang memadai.
Perpustakaan tidak dapat dipahami sebagai gedung atau akomodasi fisik tempat menyimpan buku semata. Akan tetapi secara sederhana dapat dinyatakan bahwa perpustakaan adalah suatu unit kerja yang memiliki sumber daya manusia, ruang khusus, dan kumpulan koleksi sesuai dengan jenis perpustakaannya. Namun pengertian perpustakaan sesungguhnya telah mengalami perubahan seiring dengan perubahan paradigma perpustakaan yang tidak hanya dipahami sebagai suatu tempat, tetapi harus dipahami sebagai suatu sistem. Perpustakaan harus dipahami sebagai sebuah sistem yang di dalamnya terdapat unsur tempat, koleksi, dan pemakai. Tujuan dan fungsi perpustakaan adalah mengumpulkan, menyimpan, menata, merawat atau melestarikan dan menyediakan bahan pustaka dalam berbagai bentuk. Tidak hanya buku dan naskah tetapi juga film, peta, cetakan, pita rekaman suara, piringan dan lain - lain.
Perpustakaan juga mempunyai peranan yang sangat kondusif dalam dunia pendidikan, sebagai salah satu pusat ilmu dan sumber ilmu bagi para peserta didik untuk mencari dan mengembangkan wawasan dengan membaca berbagai macam buku yang bermanfaat. Karena perpustakaan memberikan berbagai macam buku – buku yang mempunyai ilmu yang sangat besar dan berguna didalamnya.
B. Rumusan Masalah
1. Apa persiapan yang dilakukan dalam pemenuhan buku di perpustakaan sekolah ?
2. Bagaimana penyusun buku di perpustakaan sekolah?
3. Bagaimana cara mencegah dan cara perbaikan buku di perpustakaan sekolah?
4. Bagaimana cara mewujudkan pelayanan pembaca yang baik?
C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui persiapan yang dilakukan dalam pemenuhan buku di perpustakaan.
2. Mengetahui cara penyusunan buku yang baik di perpustakaan.
3. Mengetahui cara mencegah dan cara perbaikan buku di perpustakaan.
4. Mengetahu cara pelayanan pembaca yang baik diperpustakaan.
D. Manfaat Penulisan
1. Bagi Sekolah
Sebagai wacana untuk meningkatkan pelayanan perpustakaan di sekolah.
2. Bagi Kepala sekolah
Membantu dalam pertimbangan memenuhi jumlah buku diperpustakaan sekolah.
3. Bagi Guru
Untuk dasar sebagai masukan dalam pembelajaran tentang perpustakaan.
4. Bagi Jurusan Manajemen pendidikan
Dapat mengembangkan dan menambah wawasan tentang Manajemen Perpustakaan.
BAB II
KAJIAN TEORI
A. Persiapan dalam memenuhi perlengkapan bahan pustaka di sekolah.
Menurut Ibrahim Bafadal (2008: 37-42), ada beberapa cara yang dapat ditempuh oleh guru pustakawan untuk memperoleh bahan-bahan pustaka, antara lain dengan cara membeli, hadiah atau sumbangan, tukar-menukar, meminjam.
1. Pembelian
a. Membeli ke Penerbit yang dimaksud di sini adalah untuk memperoleh buku-buku, guru pustakawan membeli ke penerbit. Pembelian ke penerbit relatif lebih murah bila dibandingkan dengan membeli ke toko buku.
b. Membeli ke toko buku, tidak semua sekolah dekat dengan penerbit, sehingga apabila membeli langsung ke penerbit akan memakan biaya yang cukup banyak untuk ongkos perjalananya. Apabila yang demikian terjadi, maka sebaiknya guru pustakawan membeli ke toko buku yang dekat dengan sekolahnya.
c. Memesan, dengan pemesanan ini bisa kepada toko buku atau penyalur, atau bisa juga langsung ke penerbit.
2. Hadiah
Selain dengan cara membeli, buku-buku perpustakaan sekolah juga bisa diperoleh dari hadiah atau sumbangan. Permintaan hadiah atau sumbangan buku-buku untuk dijadikan tambahan bahan pustaka dapat dirinci sebagai berikut :
a. Hadiah atau sumbangan dari murid-murid yang akan masuk sekolah atau yang akan lulus keluar dari sekolah. Mengenai judul bukunya bisa terserah kepada murid-murid, atau ditentukan sebelumnya.
b. Hadiah atau sumbangan dari guru atau anggota staf sekolah lainnya. Hadiah atau sumbangan ini bisa berupa buku-buku baru, buku-buku yang sudah dibaca, majalah, surat kabar, dan sebagainya.
c. Hadiah atau sumbangan dari penerbit. Untuk memperoleh hadiah atau sumbangan ini, guru pustakawan terlebih dahulu mengajukan permintaan kepada penerbita yang bersangkutan.
d. Hadiah atau sumbangan dari lembaga-lembaga pemerintah atau lembaga-lembaga swasta, seperti Pusat Pembinaan Perpustakaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, jawatan penerangan, Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan kebudayaan.
3. Tukar menukar
Untuk memperoleh tambahan buku-buku perpustakaan sekolah, pustakawan bisa mengadakan hubungan kerjasama dengan guru pustakawan sekolah lainya. Hubungan kerja sama tersebut berupa saling menukar buku-buku perpustakaan sekolah.
4. Pinjaman
Pinjaman buku-buku, majalah, surat kabar, dan bahan pustaka lainya dapat diusahakan oleh guru pustakawan agar bahan-bahan pustaka semakin lama semakin bertambah.
B. Penyusunan buku di perpustakaan sekolah.
Menurut Noerhayati Soedibyo (1988: 47-48), untuk penyusunan buku-buku dan bahan lain dalam rak atau lemari dapat dipakai berbagai cara. Buku dapat dikelompokkan secara :
a. Buku dapat dikelompokkan menurut bahasa
b. Menurut ukuran besar kecil buku
c. Menurut jenis sampul
d. Menurut warna sampul dan sebagainya.
Cara-cara ini dapat dipakai kalau jumlah buku baru ratusan bahkan mungkin dapat efektif jika koleksi itu paling banyak 2500 jilid, tetapi kalau lebih dari itu sistem improfisasi ini tidak akan memungkinkan pemakaian perpustakaan yang efisien lagi.
Tujuan mengatur buku dan bahan lainnya dalam perpustakaan ialah :agar pemakai mudah menemukan informasi yang diperlukan.
Dengan kata lain, agar para pemakai perpustakaan mudah menemukan informasi yang mereka perlukan : dalam buku mana halaman berapa.
Sulistyo Basuki (1991) mengatakan bahwa klasifikasi berasal dari kata Latin '"classis". Klasifikasi adalah proses pengelompokan, artinya mengumpulkan benda/entitas yang sama serta memisahkan benda/entitas yang tidak sama. Secara umum dapat dikatakan bahwa batasan klasifikasi adalah usaha menata alam pengetahuan ke dalam tata urutan sistematis. Towa P. Hmakotrda dan J.N.B. Tairas (1995) mengatakan bahwa klasifikasi adalah pengelompokan yang sistematis daripada sejumlah obyek, gagasan, buku atau benda-benda lain ke dalam kelas atau golongan tertentu berdasarkan ciri-ciri yang sama. Kalau kita simak dalam kehidupan sehari-hari klasifikasi sudah banyak dilakukan oleh manusia. Seperti di supermarket, di pasar, di toko buku, pedagang yang mengempokkan barang dagangannya yang sejenis dalam satu kelompok yang sama. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pembeli dalam memilih kebutuhan yang diperlukan. Dalam bidang perpustakaan pengertian klasifikasi adalah penyusunan sistematis terhadap buku dan bahan pustaka lain, atau katalog, atau entri indeks berdasarkan subyek, dalam cara yang berguna bagi mereka yang membaca atau mencari informasi (Sulistyo-Basuki: 1991). Dari pengertian ini klasifikasi mempunyai fungsi yaitu: sebagai tata penyusunan buku di jajaran rak, serta sebagai sarana penyusunan entri bibliografis pada katalog, bibliografi dan indeks dalam tata susunan yang sistematis. Sebagai sarana penyusunan buku di jajaran (rak), klasifikasi mempunyai dua keuntungan, yaitu:
(a) Membantu pemakai jasa perpustakaan mengidentifikasi dan melokalisasi bahan pustaka berdasarkan nomor panggil dokumen.
(b) Mengelompokkan bahan pustaka sejenis menjadi satu jajaran atau berdekatan. Dua keuntungan tersebut sangat dimungkinkan karena dalam penentuan klas, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan subyek atau cakupan bidang ilmu dari suatu bahan pustaka. Tujuan klasifikasi adalah untuk mengorganisasikan bahan pustaka dengan sistem tertentu sehingga mudah diketemukan dan dikembalikan pada tempat penyimpanan.
Adapun tujuan tersebut dapat dirinci sebagai berikut:
(a) menghasilkan urutan yang berguna tujuan utama klasifikasi adalah menghasilkan urutan atau susunan bahan pustaka yang berguna bagi staf perpustakaan maupun bagi pemakai perpustakaan.
(b) penempatan yang tepat
Bila bahan pustaka diperlukan pemakai, pustaka yang diinginkan mudah diketemukan serta mudah dikembalikan oleh petugas ke tempat yang pasti sesuai dengan sistem klasifikasi yang digunakan.
(c) penyusunan mekanis
Bahan pustaka baru mudah disisipkan di antara bahan pustaka yang sudah dimiliki. Demikian pula penarikan bahan pustaka (karena dipinjam) tidak akan mengganggu susunan bahan pustaka di jajaran.
Ada beberapa sistem klasifikasi, diantaranya adalah:
1. Klasifikasi Artifisial
Sistem ini adalah mengelompokkan bahan pustaka berdasarkan ciri atau sifat-sifat lainnya, misalnya pengelompokan menurut pengarang, atau berdasarkan ciri fisiknya, misalnya ukuran, warna sampul, dan sebagainya.
2. Klasifikasi Utility
Pengelompokan bahan pustaka dibedakan berdasarkan kegunaan dan jenisnya. Misal, buku bacaan anak dibedakan dengan bacaan dewasa. Buku pegangan siswa di sekolah dibedakan dengan buku pegangan guru. Buku koleksi referens dibedakan dengan koleksi sirkulasi (berdasar kegunaannya)
3. Klasifikasi Fundamental
Pengelompokan bahan pustaka berdasarkan ciri subyek atau isi pokok persoalan yang dibahas dalam suatu buku. Pengelompokkan bahan pustaka berdasarkan sistem ini mempunyai beberapa keuntungan, diantaranya:
• bahan pustaka yang subyeknya sama atau hampir sama, letaknya berdekatan.
• Dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menilai koleksi yang dimiliki
dengan melihat subyek mana yang lemah dan mana yang kuat.
• Menudahkan pemakai dalam menelusur informasi menurut subyeknya.
• Memudahkan pembuatan bibliografi menurut pokok masalah.
• Untuk membantu penyiangan atau weeding koleksi.
C. Pemeliharaan buku-buku perpustakaan sekolah.
1. Mencegah kerusakan buku yaitu dengan cara :
menurut Noerhayati S. (1988: 307-309) upaya-upaya pemeliharaan dan pencegahan dapat kita bagi atas dua faktor sebagai berikut :
a. Pemeliharaan yang disebabkan faktor Fisi dan khemis.
b. Pencegahan kerusakan yang disebabkan faktor biologis.
Untuk lebih jelasnya upaya – upaya pemeliharaan dan pencegahan diatas sebagai berikut :
a. Pemeliharaan yang disebabkan faktor fisi dan khemis
1) Kerusakaan disebabkan oleh kekuatan mekanis dan pengotoran oleh tangan manusia yang dapat dicegah dengan jalan :
a) Menanamkan kesadaran baik pada orang yang menggunakan buku maupun terhadap staf perpustakaan
b) Melatih diri sendiri untuk mencintai buku mengingat peranannya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan , sebagai sumber informasi, pelangsung kehidupan Perguruan Tinggi yang perlu dijaga dan diamankan bersama.
c) Juga bagi pemakai buku, hendaknya diperhatikan bagaimana cara memakai buku yang baik seperti cara membuka buku, Jangan menyelipkan pensil, mistar/ penggaris, karet penghapus dan barang-barang lain ke dalam buku, buku harus diihindarkan dari tangan berminyak, jangan dikenakan air, bahkan pencegahan terhadap kebakaran sangat penting diperhatikan.
2) Kotoran-kotoran debu sebaiknya dibersihkan dengan : Vaccum cleaner yang dapt menghisap debu, karena sapu bulu ayam hanya dapat memindahkan debu dari rak buku ke tempat lain.
3) Suhu yang terlalu tinggi, sinar matahari yang langsung dan kelembaban yang besar, pencegahannya harus dipertimbangkan sejak pembuatan gedung perpustakaan.
Kontruksinya harus mengingat iklim dan kondisi-kondisi di atas. Letak gedung sebaiknya jangan dekat rawa atau dekat pabrik-pabrik yang banyak mengeluarkan asap hitam dan kotor.
4) Khusus pencegahan kebakaran supaya di tiap perpustakaan disediakan alat-alat yang dipersiapkan untuk pencegahan tersebut.
b. Pencegahan kerusakan yang disebabkan faktor biologis dapat dilihat sebagai berikut :
1) Jamur
Pertumbuhanya dapat dicegah dengan antara lain :
a) Pembersihan dengan kain atau alat-alat yang kering, gedung perpustakaan hendaknya mempunyai ventilasi hawa yang baik, di dalam gedung dimana buku disimpan, diletakkan ke ranjan g yang berisi arang bila ruanganya sangat lembab.
b) Jamur yang sudah ada pada buku dapat dibersihkan dengan alkohol atau spritus, tetapi kelemahannya akan mengotori lembaran – lembaran kertas dalam buku.
2) Serangga
a) Anai – anai tanah dapat disemprot dengan DDT kedalam sarangnya, sedang anak anai – anai hanya dapat dicegah menggosokkan parafin pada rak dan almari perpustakaan.
b) Hama – hama buku dapat dicegah dengan : menjaga kebersihan secara teratur, meletakkan kapur barus, naptholen, thymol, pada rak – rak buku insecta.
D. Pelayanan sirkulasi diperpustakaan sekolah
1.Peminjaman
a. Koleksi yang dipinjamkan
Koleksi peminjaman biyasa nya meliputi : buku teks, buku informasi, buku fiksi, majalah yang lama, surat kabar yang lama,dan koleksi lain seperti kliping. Sedangkan koleksi referensi, majalah yang baru, surat kabar yang baru dan koleksi yang langka hanya boleh dibaca diruang baca perpustakaan.
b.Jangka waktu peminjaman
Untuk buku teks, jika jumlah copy nya memungkinkan, akan dipinjamkan dengan jangka waktu yang lebih lama. Sedangkan untuk koleksi lain, jangka waktu peminjamanya disesuaikan dengan perbandingan jumlah koleksi dengan jumlah guru dan siswa sebagai pemakainya.
c. Perlengkapan yang dibutuhkan
1) Kartu buku, yang tertempel pada buku.
2) lembaran tanggal, yang ditempel pada buku.
3) Tanda pengenal siswa dan guru. Untuk pegawai dapat dipergunakan kartu pegawainya.
4) Cap tanggal, dan bantalan cap nya.
5) Kantong peminjaman. Kantong peminjaman ini adalah kantong yang terbuat dari kertas manila atau kertas gesing yang diberi identitas siswa dan guru seperti yang tertera pada kartu OSIS dan kartu pegawai.
6) Kotak kantong peminjaman.
7) Kartu penunjuk yang berfungsi sebagai penyekat kumpulan kantong peminjaman.
d. Cara mengerjakan
1). Apabila perpustakaan sekolah itu menggunakan pelayanan sistem terbuka maka pemakai memilih sendiri buku yang dipinjamnya dan dibawa ke meja sirkuasi lengkap denga kartu pengenalnya ( kartu OSIS atau kartu pegawai).
Tetapi bila menggunakan system tertutup, maka melalui catalog menunjukkan bon perintaan pinjam yang telah di isi sesui dengan yang dibutuhkan, dengan menunjukkan kartupengenal ke meja sirkulasi.
2). Petugas bagian pelayanan peminjaman menerima buku, atau mencarikan buku yang diminta dengan bon, dan sekaligus dengan tanda pengenalnya. Dengan mengecek tanda pengenal dapat ditetapkan apakah yang bersangkutan berhak meminjam atau tidak.
3). Dengan tanda pengenal itu petugas mencari kantong peminjam yang bertuliskan identitas yang bersangkutan
4). Tulis nomor induk peminjam pada kartu buku, dikolom no. anggota. Isi kolom tanggal kembali pada kartu buku dengan cap tanggal sesuai dengan batas waktu pengembalian.
5). Kerjakan sekali lagi seperti butir 4) tetapi pada lembaran tanggal, dan diakhiri dengan paraf petugas.
6). Lihatlah tanda tangan peminjam (paraf saja) pada kolom paraf pada kartu buku.
7). Masukan kartu buku yang sudah diparaf kedalam kantong peminjaman, kemudian kembalikan kantong peminjaman tersebut kekotak kantong peminjaman pada tempatnya semula.
8). Berikan buku dan kartu pengenal pada peminjam, dan dengan demikian selesai lah proses peminjaman itu.
2. Pengembalian
a. Perlengkapan yang dibutuhkan
1) Kartu buku
2). Kantong peminjaman.
3). Kotak kantong peminjaman.
4). Cap tanggal dan bantalan cap nya.
b. Cara mengerjakan tata pengembalian.
1).Peminjaman dating sendiri ke meja peminjaman/ pengembalian, atau mewakilkan, dengan membawa buku yang akan dikembalikan.
2). Petugas menerima dan memeriksa keutuhan fisik buku dan tanggal harus kembali yang tertera pada lembaran tanggal.
3). Petugas mengambil kantong peminjaman sesuai dengan nomor induk yang tertera pada lembaran tanggal.
4). Bila tidak ada persoalan keutuhan fisik buku dan keterlambatan pengembalian, diteruskan dengan mengambil kartu buku yang sesuai dari dalam kantong peminjaman. Pada kolom paraf pada kartu buku di bubuhi cap tanggal sesuai dengan tanggal waktu mengembalikan sebagai bukti bahwa buku itu sudah dikembalikan.
5). Kembalikan kartu buku itu kekantong kartu buku, dan kemudian diletakan ditempat yang disediakan dimeja peminjaman yang nantinya dikembalikan ketempatnya di rak.
6). Kantong peminjam dikembalikan ditempatnya semula.
3. Layanan Referensi
Layanan referensi adalah kegiatan yang berupa memberikan bimbingan kepada siswa dan guru yang menggunakan perpustakaan, agar mampu menggunakan koleksi dan sumber-sumber referensi dengan tepat dan cepat,atas permintaan atau tidak, karena uniknya koleksi referensi ini, banyak siswa dan guru tidak tau isi dan cara menggunakanya sehingga tidak pernah menggunkan koleksi tersebut.
a. Kegunaan pelayanan referensi ini adalah untuk mengoptimalkan penggunaan dan pemanfaatan koleksi perpustakaan dalam menunjang belajar dan mengajar disekolah
b. Cara pelayanan referensi yang dilakukan hendaknya bersifat langsung, aktif dan spontan. Langsung, berarti langsung berhadapan langsung dengan yang memerlukan, aktif berarti petugas ini yang aktif mengambil inisiatif agar dirasakan dibutuhkan. Dan Spontan berarti tanggan dengan situasi pemakai perpustakaan yang membutuhkan pertolongan dan bimbingan.
4.Tata tertib perpustakaan
Agar proses pelayanan sirkulasi dapat berjalan lancar, perlu dibuat peraturan perpustakaan sebagai dasar hukum dalam menjalankan dalam segala kegiatan. Peraturan perpustakan hendaknya diresmikan dan ditanda tangani oleh kepala perpustakan atau kepala lembaga, dan seharusnya ditaati oleh semua para petugas dan pemakai perpustakaan. Isi peraturan peraturan perpustakan meliputi hal berikut :
a. Jam buka perpustakaan, jam pelayanan peminjaman dan pelayanan pengembalian.
b. Macam koleksi yang boleh dipinjam dan macam koleksi yang tidak boleh dipinjam.
c. Tata tertib peminjaman, syarat peminjaman, batas jumlah peminjaman, dan lama peminjaman.
d. Sanksi pelanggaran.
e. Tata tertib selama berada di ruang perpustakaan.
f. Lain-lain yang dianggap perlu.
BAB III
PEMBAHASAN
A. Persiapan dalam pemenuhaan buku di perpustakaan sekolah.
Pendanaan adalah sesuatu yang sering menjadi kendala bagi pengelola perpustakaan dalam mengembangkan perpustakaannya. Untuk itu masalah pendanaan harus direncanakan sedini mungkin. Hal tersebut dapat dilakukan melalui sebuah tinjauan terhadap koleksi yang dimiliki dan tujuan pengembangan program-program berupa dokumen perencanaan. Sebuah rencana pendanaan akan membantu dalam meyakinkan dewan sekolah atau pemilik sekolah untuk menyetujui dan juga sebagai bukti akuntabilitas dari program-program perpustakaan. Langkah selanjutnya apabila sudah disetujui, maka tugas dari pengelola perpustakaan untuk
merancang dan mengawal penggunaan dana yang sudah diajukan. Hal ini harus dilakukan secara sistematis dan sesuai dengan prosedur yang sudah dirancang sebelumnya. Kegiatan pendanaan ini sangat erat hubungannya dengan kegiatan
pengadaan. Pengadaan di perpustakaan meliputi pengadaan koleksi, fasilitas, ruang, dan sebagainya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam rencana pendanaan:
1. Tiap sekolah atau institusi mungkin mempunyai perbedaan format
dalam hal pendanaan yang disesuaikan dengan kebijakan
2. Perlu dihitung pendanaan untuk buku/koleksi yang rusak atau hilang
3. Setiap pengeluaran dana tercatat dengan baik untuk keperlua akuntabilitas
4. Dokumen pendanaan akan membantu dalam merancang pengeluaran operasional perpustakaan
5. Proses seleksi bahan pustaka memperhatikan rencana pendanaan yang ada
6. Dibuat diagram alur pendanaan yang menggambarkan semua proses dalam kurun waktu tertentu, misalnya selama 1 tahun
7. Terdapat keterangan yang menunjukkan implikasi rencana
8. pendanaan dengan tujuan kurikulum dan program sekolah
Usaha pengadaan koleksi bahan pustaka dapat dilakukan dengan berbagaiu cara yaitu:
a. Pembelian adalah jalan yang ideal dalam pengadaan koleksi bahan pustaka, sebab ada kebebasan dalam menentukan pilihan bahan pustaka yang sesuai dengan kebutuhan.
b. Hadiah atau pemberian dapat diperoleh dari instansi pemerintah maupun swasta, perorangan berupa kenang-kenangan tanda terimakasih dan sebagainya.
c. Tukar Menukar bagi sekolah yang mampu menerbitkan buku atau memiliki penerbitan sendiri dapat dipergunakan untuk tukar menukar bahan pustaka dengan penerbit lain. Hal ini akan menjadikan koleksi bahan pustaka perpustakaan bertambah.
B. Cara penyusunan buku di perpustakaan sekolah.
Tujuan Penyusunan Buku di Rak :
1. Mencegah buku-buku dari kerusakan.
2. Memelihara buku dalam keadaan rapi dan bersih.
Penyusunan Buku yang Baik :
1. Disusun secara tegak lurus.
2. Jika buku-buku tersebut sangat lebar atau tinggi, buku tersebut harus di tempatkan secara mendatar.
3. Tidak meregangkan bagian punggung, jahitan, dan ujung buku.
4. Tidak disusun pada bagian tepi depannya karena hal ini akan menyebabkan penahan teks akan lepas dari sampul buku.
5. Rak tidak boleh berdebu atau berkarat
6. Buku jangan sampai tergelincir di rak (potongan karet dapat dilekatkan ke dasarnya)
Pengelompokan yang sistematis dari sejumlah obyek, gagasan, buku atau benda-benda lain kedalam kelas atau golongan tertentu berdasar ciri-ciri yang sama. Di dalam klasifikasi bahan pustaka dipergunakan penggolongan berdasarkan ciri-ciri tertentu. Misalkan oleh karena bentuk fisik yang berbeda, maka menempatkan buku perpustakaan dipisahkan daripada surat kabar,majalah, piringan hitam, microfilm dan slides. Adapula penggolongan berdasar penggunaan bahan pustaka seperti koleksi buku anak-anak atau buku bacaan ringan. Akan tetapi yang menjadi dasar utama penggolongan koleksi perpustakaan yang paling banyak dipakai adalah penggolongan berdasar isi atau subyek buku.
Sebelum kita menempatkan suatu bahan pustaka (buku) pada kelas atau penggolongan yang sesuai, kita perlu mengetahui lebih dahulu subyek apa yang dibahas dalam buku itu, sudut pandang yang dianut oleh penulisnya dan bentuk penyajiannya. Sayangnya hal itu tidak selalu mudah dilaksanakan dalam praktek, sehingga perlu mengetahui dan mempelajari bagaimana cara membaca buku secara teknis. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :
1) Judul buku kadang-kadang dengan mudah memberikan petunjuk tentang apa isinya, misalnya matematika modern, Pengantar Ekonomi, akan tetapi sering juga yang tidak jelas (bahkan membingungkan ) sehingga perlu diadakan pemeriksaan lebih lanjut. Buku denhgan judul seperti Habis Gelap Terbitlah Terang tidak dapat kita tentukan subyeknya begitu saja tanpa meneliti buku itu untuk memperoleh keterangan atau petunjuk lebih jelas misalnya judul tambahan,judul seri, dan melalui cara-cara yang disebutkan dibawah ini.
2) Daftar isi sebuah buku, apalagi yang cukup terperinci biasanya merupakan petunjuk yang dapat dipercaya tentang subyek buku itu.
3) Apabila dari daftar isi tidak jelas , atau tidak ada daftar isi,bibliografi atau sumber yang dipakai untuk menyusun buku itu dapat memberikan petunjuk yang bermanfaat.
4) Bacalah sepintas lalu Kata pengantar atau Pendahuluan buku itu yang biasanya memberikan informasi tentang sudut pandangan penulis tentang subyeknya,ruang lingkup persoalannya, untuk pembaca yang bagaimana buku itu ditulis dan keterangan lain yang berguna untuk mengklasirnya.
5) Apabila keempat langkah tersebut diatas belum memadai untuk menentukan subyek buku itu, maka kita terpaksa harus membaca sebagian teks buku itu atau mencari sumber informasi lain seperti bibliografi katalog penerbit, timbangan buku pada majalah ilmiah dan buku referens lainnya, bahkan meminta pertolongan dari orang yang ahli. Disamping itu masih ada kesulitan lain lagi yaitu banyak pengarang yang membahas dua subyek atau lebih dalam sebuah buku, membahas dua aspek atau lebih dari satu subyek (lebih dari satu disiplin ilmu).
Klasifikasi dimaksudkan untuk mengelompokan buku atau bahan pustaka menurut isinya. Tujuannya adalah untuk memudahkan bila hendak mencari buku tersebut. Buku yang sudah dikelompokkan disusun dalam satu susunan yang pengerjaannya sebagai berikut : - koleksi yang sudah di inventaris dikelompokkan menurut bidang ilmu masing-masing ( buku referensi atau buku ilmu pengetahuan) meneliti subyek buku dengan berpedoman pada klasifikasi. Secara umum perpustakaan memakai system DDC (Dewey Decimal Classification). Umumnya nama perpustakaan dan nama pengarang buku disertakan. Dalam pengisian kartu buku melihat pada daftar klasifikasi yang baru disusun/didaftar untuk nomornya. Kartu buku diisi sesuai dengan isian yang tertera. Nomor inventaris juga dapat disertakan.Selanjutnya kartu buku diselipkan pada kantong buku yang dipasang dihalaman kosong terakhir isi buku. Buku siap disampul cover plastik agar tidak cepat rusak dan siap untuk rencana diletakkan pada kelompoknya. Halaman kedua/ketiga judul diberi kode nomor subyek dan nomor inventaris. Langkah selanjutnya buku yang telah selesai didata tersebut kemudian dikelompokkan ke dalam katalog (ada beberapa pembagian katalog yaitu katalog subyek,pengarang, judul, dan biasanya dibuatkan kartu katalog beserta alamari katalog). Katalog ini berguna untuk mengetahui buku apa saja yang dimiliki perpustakaan, sedangkan tujuan pembuatan katalog adalah : - orang menemukan buku berdasarkan pengarangnya,judulnya/ subyeknya. - Menunjukkan buku yang dimiliki perpustakaan - Membantu dalam pemilihan buku, berdasar edisinya, karakternya. - Membantu penelusuran sumber yang dicari No. Judul Buku Pengarang Penerbit Tahun Keterangan Contoh daftar buku menurut subyeknya. c. Penyusunan dan Pemeliharaan Pengaturan buku dirak (shelving). Buku diatur di rak dengan baik dan teratur sehingga waktu pemakai dapat dihemat. Karena itu buku di perpustakaan disusun dalam berbagai koleksi/urutan memenuhi kebutuhan pemakai, contoh : - buku teks (pengajaran ), buku referensi, majalah, khusus ( buku langka,mahal,mini), skripsi, pustaka non buku : kaset dsb. Penempatan buku di rak dilakukan untuk :
1) buku yang memerlukan koreksi/ perbaikan
2) buku yang diterima dari bagian penjilidan
3) buku untuk keperluan khusus
4) buku baru.
Bila label buku copot,kabur tulisannya, perlu segera diperbaiki. Juga bila pemakai menempatkan buku yang salah pada tempatnya, maka pustakawan perlu melakukan pembetulan letak buku.
C. Cara mencegah kerusakan dan perbaikan buku di perpustakaan sekolah
1) Tindakan Preventif
Tindakan preventif adalah tindakan yang dilakukan sebelum terjadi kerusakan pada bahan pustaka atau buku atau biasa disebut sebagai tindakan pencegahan. Tindakan preventif yang dilakukan perpustakaan untuk memperkecil pengaruh faktor-faktur yang dapat merusak kertas seperti yang diuraikan diatas antara lain :
1. Pencegahan karena pengaruh cahaya
Mengurangi masuknya cahaya matahari dengan jalan melapisi kaca jendela dengan memasang plastik, memasang kerai dan lain-lain. Untuk cahaya listrik dengan jalan memasang kaca dibawah neon/lampu, memasang lampu agak kedalam. Yang perlu diingat sinar lampu tidak langsung mengenai bahan pustaka.
2. Pencegahan karena pengaruh suhu dan kelembaban udara.
Untuk perpustakaan, kelembaban dan suhu udara yang ideal adalah 45-60 FH dan 20-24° C. Cara yang baik mendapatkan kondisi ini adalah menggunakan AC.
3. Pencegahan karena faktor kimia
Dapat dikurangi dengan membersihkan bahan pustaka dari debu dengan vacuum cleaner, menyimpan buku dalam almari kaca.
4. Pencegahan karena faktor biota
Pencegahan dilakukan dengan memeriksa bahan pustaka secara berkala, membersihkan tempat penyimpanan pada rak-rak, memberikan bahan yang berbau seperti kemper.
5. Pencegahan karena faktor manusia
Faktor manusia dapat dihindari dengan cara mengikuti talkshow, workshop, seminar, pelatihan atau pendidikan pengguna tentang perpustakaan.
Upaya-upaya untuk perbaikan koleksi buku dari kerusakan dan kehancuran meliputi tiga kegiatan yaitu :
a. Pelestarian (preservation)
Pelestarian koleksi mencakup unsur-unsur pengelolaan dan keuangan, termasuk cara menyimpan dan alat-alat bantunya, tingkat dan kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan, kebijaksanaan, teknik dan metode yang diterapkan untuk melestarikan koleksi serta informasi yang terkandung di dalamnya.
Bentuk pelestarian bahan pustaka yang dilakukan oleh perpustakaan antara lain adalah:
1) Dengan membuat fotokopinya
2) Mengalih bentukkan ke dalam bentuk CD-ROM ( Compact Disk-read
Only Memory)
b. Pengawetan (conservation)
Pengawetan koleksi merupakan kebijakan dan cara khusus yang diperlukan untuk melindungi koleksi dari kerusakan dan kehancuran. Koleksi buku yang terbuat dari kertas merupakan bahan yang mudah terbakar, mudah robek, mudah rusak karena dimakan serangga, timbul noda karena debu dan jamur. Oleh karena itu, koleksi perpustakaan yang berbentuk buku perlu dilindungi dengan cara membersihkan debu, fumigasi terhadap serangga dan jamur, menghilangkan noda. Pengawetan perlu dilakukan secara rutin oleh pustakawan agar informasi yang terdapat dalam koleksi selalu terjaga dengan baik.
c. Perbaikan (restoration)
Perbaikan koleksi merupakan pertimbangan dan teknik khusus yang digunakan untuk memperbaiki koleksi yang rusak sehingga dapat digunakan lagi di Perpustakaan. Mencakup kegiatan penjilidan, laminasi, menambal dan menyambung, Penempatan kembali koleksi Setelah melakukan kegiatan - kegiatan tersebut di atas yaitu pelestarian, pengawetan dan perbaikan, koleksi diletakkan kembali di rak. Penempatan kembali koleksi berarti mengembalikan koleksi yang sudah diperbaiki ke rak sehingga koleksi segera dapat digunakan lagi oleh pengguna.
1) Penjilidan
Penjilidan merupakan usaha mengumpulkan tulisan-tulisan yang pernah dimuat oleh media cetak (Lasa HS, 1994 ) Kegiatan penjilidan meliputi : Bahan pustaka yang lembaran halamannya terlepas. Pembundelan bahan pustaka, sejenis ma]alah.
Beberapa langkah dalam memperbaiki buku :
a. Perbaikan isi buku atau blok buku :
• Kuras atau kateren, yaitu lembaran-lembaran buku yang telah dilipat dan saling disisipkan sesuai nomor halamannya untuk dijahit satu dengan yang lain, sehingga akhirnya membentuk isi buku atau blok buku.
• Isi buku atau blok buku kemudian dipres sambil dilem. Pada sistem jilid tanpa benang (perfect binding), blok buku \ dilem pada punggungnya.
• Lembar pelindung ditempelkan pada lembaran pertama dan lembaran terakhir isi buku.
• Isi buku , yang sudah dilapisi lembaran pelindung dapat dipotong/ dirapikan sesuai ukuran yang dikehendaki.
• Isi buku dipilung / dibulatkan atau bentuk lurus / siku, sesuai dengan yang diinginkan.
• Tempel atau rekatkan pita kapital untuk pemanis/estetika disamping bisa juga menambah kekuatan pada bagian kepala dan ekornya.
• Tempel kain kasa, sebelum digabung dengan sampul atau kulit buku yang telah disiapkan.
b. Membuat kulit / buku sampul
• Memotong karton tebal sebanyak 2 lembar untuk bagian atas dan bawah, dengan ukuran lebar sesuai dengan blok buku, sedangkan panjangnya sesuai dengan blok buku ditambah pias buku.
• Memotong lajur punggung, biasanya menggunakan karton yang lebih tipis, dengan ukuran panjang plat blok buku dan lebar sesuai tebal buku.
• Memotong sisa - sisa potongan kertas dengan ukuran panjang plat blok buku dan lebar dua kali ketebalan blok buku.
• Memotong mal / pola dengan ukuran setengah kali panjang plat blok buku.
• Penggabungan plat atas dan bawah dengan lajur punggung dibantu dengan mat dan penempelan sisa potongan.
• Pemotongan kain linen dengan ukuran dua kali lebar plat +lebar lajur punggung + 2 knip (0,5 cm) + tebal karton tebal + dua kali lipatan ( 2 cm) untuk panjang linen, sedangkan untuk lebarnya diukur dari panjang plat + 2 lipatan (1,5 cm) + tebal karton tebal.
• Penggabungan dan penempelan plat atas dan bawah ditempelkan pada linen dan jadilah sampul buku.
• Penempelan blok buku dengan sampul, biasanya dengan cara
pengeleman.
• Buku di pres.
2) Laminasi
a. Bahan pustaka yang fisiknya lapuk tapi masih punya nilai guna tinggi.
b. Untuk menghindari bahan pustaka, misalnya, manuskrip, naskah, dan dokumentasi kuno cepat rusak / hancur.
3) Memperbaiki punggung buku yang rusak
a. Buku di lem
b. Diganti kertas sisi / penutup dan dilapisi dengan kain penguat / kasa.
4) Memperbaiki halaman buku yang rusak
a. Diberi perekat kedua sisinya yang sobek untuk ditempelkan kembali.
b. Bila ada halaman buku yang sobek dan tidak mungkin di rekat dengan lem, gunakan isolasi bening atau kertas putih telur yang halus dan tembus cahaya lalu tempel halaman yang sobek tadi pada kertas dengan lem.
5) Memperbaiki halaman yang lepas.
Memberi lem pada punggung halaman untuk menempelkan halaman yang lepas tersebut. Setelah itu di pres agar lemnya kuat dan rata.
6) Menyampul bahan pustaka
Bahan pustaka diberi sampul plastik atau sampul kertas supaya
lebih awet dan tidak mudah kotor.
Adapun kendala-kendala yang dihadapi dalam pemeliharaan buku di perpustakaan antara lain :
1. Faktor Fisik
a. Cahaya matahari dan listrik akan menimbulkan buku menjadi rapuh, mudah patah, dan berubah warna.
b. Suhu dan kelembaban udara, apabila kandungan air pada buku tinggi maka buku akan lemah.
2. Faktor Kimia
a. Dalam kertas, dari bahan pembuat kertas sendiri dapat merusak kertas atau buku.
b. Polusi udara, sumber keasaman juga dapat diperoleh dari udara, karena sifat kertas yang mudah menyerap gas-gas yang berbahaya dari udara bebas.
c. Tinta, dari bahan tinta sendiri dibuat dengan mencampur asam lanat
dan garam besi dan bahan lain yang dapat melekat. Tinta mengakibatkan kertas akan terkikis dan membentuk lubang pada bagian-bagian yang tertulis.
3. Faktor Biota
a. Fungi atau jamur
Adalah tumbuhan multi sel yang tidak berklorofil sehingga memperoleh makanan dari kehidupan lain. Fungi merusak perekat yang ada pada kerta, tulisan tidak jelas dibaca.
b. Serangga
Memakan bagian dari buku, misal permukaan buku dan perekat yang digunakan untuk menjilid.
Macam-macam serangga :
• Kecoa
• Rayap
• Ngengat
• Dan lain-lain.
c. Binatang pengerat (tikus)
4. Faktor penggunaan yang salah
Manusia memegang peranan penting di dalam penggunaan dan pemakaian bahan pustaka.Misalnya : membaca sambil makan, melipat halaman buku.
D. Cara mewujudkan pelayanan pembaca yang baik
Pada dasarnya pelayanan pembaca mempunyai pengertian kegiatan memberikan pelayanan dan bantuan kepada pemakai, agar dapat sebagai sumber informasi dalam kegiatan ini peranan pustakawan bersifat menjembatani antara koleksi perpustakan dengan para pemakai. Pelayanan pembaca dapat terlaksana dengan baik jika terdapat pelayanan sirkulasi (peminjaman buku dan pengembalian buku), layanan referensi, dan tata tertib perpustakaan.
Dalam pelayanan sirkulasi yang baik harus mempunyai perlengkapan bahan pustaka yang lengkap, karena dengan adanya kelengkapan bahan pustaka, petugas perpustakaan pun bisa dengan baik menjalankan segala kegiatan yang berhubungan dengan peminjaman dan pengembalian buku-buku perpustakaan, sehingga buku-buku yang dipinjam mampu di awasi dan mampu terkendali oleh petugas perpustakaan.
1.Peminjaman
a. Koleksi yang dipinjamkan
Koleksi peminjaman biyasa nya meliputi : buku teks, buku informasi, buku fiksi, majalah yang lama, surat kabar yang lama,dan koleksi lain seperti kliping. Sedangkan koleksi referensi, majalah yang baru, surat kabar yang baru dan koleksi yang langka hanya boleh dibaca diruang baca perpustakaan.
b.Jangka waktu peminjaman
Untuk buku teks, jika jumlah copy nya memungkinkan, akan dipinjamkan dengan jangka waktu yang lebih lama. Sedangkan untuk koleksi lain, jangka waktu peminjamanya disesuaikan dengan perbandingan jumlah koleksi dengan jumlah guru dan siswa sebagai pemakainya.
e. Perlengkapan yang dibutuhkan
8) Kartu buku, yang tertempel pada buku.
9) lembaran tanggal, yang ditempel pada buku.
10) Tanda pengenal siswa dan guru. Untuk pegawai dapat dipergunakan kartu pegawainya.
11) Cap tanggal, dan bantalan cap nya.
12) Kantong peminjaman. Kantong peminjaman ini adalah kantong yang terbuat dari kertas manila atau kertas gesing yang diberi identitas siswa dan guru seperti yang tertera pada kartu OSIS dan kartu pegawai.
13) Kotak kantong peminjaman.
14) Kartu penunjuk yang berfungsi sebagai penyekat kumpulan kantong peminjaman.
f. Cara mengerjakan
1). Apabila perpustakaan sekolah itu menggunakan pelayanan sistem terbuka maka pemakai memilih sendiri buku yang dipinjamnya dan dibawa ke meja sirkuasi lengkap denga kartu pengenalnya ( kartu OSIS atau kartu pegawai).
Tetapi bila menggunakan system tertutup, maka melalui catalog menunjukkan bon perintaan pinjam yang telah di isi sesui dengan yang dibutuhkan, dengan menunjukkan kartupengenal ke meja sirkulasi.
2). Petugas bagian pelayanan peminjaman menerima buku, atau mencarikan buku yang diminta dengan bon, dan sekaligus dengan tanda pengenalnya. Dengan mengecek tanda pengenal dapat ditetapkan apakah yang bersangkutan berhak meminjam atau tidak.
3). Dengan tanda pengenal itu petugas mencari kantong peminjam yang bertuliskan identitas yang bersangkutan
4). Tulis nomor induk peminjam pada kartu buku, dikolom no. anggota. Isi kolom tanggal kembali pada kartu buku dengan cap tanggal sesuai dengan batas waktu pengembalian.
5). Kerjakan sekali lagi seperti butir 4) tetapi pada lembaran tanggal, dan diakhiri dengan paraf petugas.
6). Lihatlah tanda tangan peminjam (paraf saja) pada kolom paraf pada kartu buku.
7). Masukan kartu buku yang sudah diparaf kedalam kantong peminjaman, kemudian kembalikan kantong peminjaman tersebut kekotak kantong peminjaman pada tempatnya semula.
8). Berikan buku dan kartu pengenal pada peminjam, dan dengan demikian selesai lah proses peminjaman itu.
2. Pengembalian
a. Perlengkapan yang dibutuhkan
1) Kartu buku
2). Kantong peminjaman.
3). Kotak kantong peminjaman.
4). Cap tanggal dan bantalan cap nya.
b. Cara mengerjakan tata pengembalian.
1).Peminjaman dating sendiri ke meja peminjaman/ pengembalian, atau mewakilkan, dengan membawa buku yang akan dikembalikan.
2). Petugas menerima dan memeriksa keutuhan fisik buku dan tanggal harus kembali yang tertera pada lembaran tanggal.
3). Petugas mengambil kantong peminjaman sesuai dengan nomor induk yang tertera pada lembaran tanggal.
4). Bila tidak ada persoalan keutuhan fisik buku dan keterlambatan pengembalian, diteruskan dengan mengambil kartu buku yang sesuai dari dalam kantong peminjaman. Pada kolom paraf pada kartu buku di bubuhi cap tanggal sesuai dengan tanggal waktu mengembalikan sebagai bukti bahwa buku itu sudah dikembalikan.
5). Kembalikan kartu buku itu kekantong kartu buku, dan kemudian diletakan ditempat yang disediakan dimeja peminjaman yang nantinya dikembalikan ketempatnya di rak.
6). Kantong peminjam dikembalikan ditempatnya semula.
3. Layanan Referensi
Layanan referensi adalah kegiatan yang berupa memberikan bimbingan kepada siswa dan guru yang menggunakan perpustakaan, agar mampu menggunakan koleksi dan sumber-sumber referensi dengan tepat dan cepat,atas permintaan atau tidak, karena uniknya koleksi referensi ini, banyak siswa dan guru tidak tau isi dan cara menggunakanya sehingga tidak pernah menggunkan koleksi tersebut.
c. Kegunaan pelayanan referensi ini adalah untuk mengoptimalkan penggunaan dan pemanfaatan koleksi perpustakaan dalam menunjang belajar dan mengajar disekolah
d. Cara pelayanan referensi yang dilakukan hendaknya bersifat langsung, aktif dan spontan. Langsung, berarti langsung berhadapan langsung dengan yang memerlukan, aktif berarti petugas ini yang aktif mengambil inisiatif agar dirasakan dibutuhkan. Dan Spontan berarti tanggan dengan situasi pemakai perpustakaan yang membutuhkan pertolongan dan bimbingan.
4.Tata tertib perpustakaan
Agar proses pelayanan sirkulasi dapat berjalan lancar, perlu dibuat peraturan perpustakaan sebagai dasar hukum dalam menjalankan dalam segala kegiatan. Peraturan perpustakan hendaknya diresmikan dan ditanda tangani oleh kepala perpustakan atau kepala lembaga, dan seharusnya ditaati oleh semua para petugas dan pemakai perpustakaan. Isi peraturan peraturan perpustakan meliputi hal berikut :
g. Jam buka perpustakaan, jam pelayanan peminjaman dan pelayanan pengembalian.
h. Macam koleksi yang boleh dipinjam dan macam koleksi yang tidak boleh dipinjam.
i. Tata tertib peminjaman, syarat peminjaman, batas jumlah peminjaman, dan lama peminjaman.
j. Sanksi pelanggaran.
k. Tata tertib selama berada di ruang perpustakaan.
l. Lain-lain yang dianggap perlu.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan tehnologi yang begitu pesat menuju era globalisasi, perlu ada upaya untuk meningkatkan mutu atau kualitas SDM, yang pada akhirnya meningkatkan pula mutu kehidupan seluruh bangsa. Salah satu upaya tersebut adalah dengan menambah kualitas sekolah dengan melengkapi sarana dan prasarana untuk belajar seperti halnya perpustakaan. Mengingat bagaimana perkembangan perpustakaan sungguh merupakan tempat segala penemuan dan pengetahuan, peristiwa – peristiwa penentu sejarah, terhimpun dan terabadikan, dan terbagikan sebanyak – banyak umat manusia menurut Meilina Bustari ( 2000: 1)
Perpustakaan sekolah merupakan perpustakaan yang di selenggara- kan pada sebuah sekolah, dikelola, sepenuhnya oleh sekolah yang bersangkutan, dengan tujuan utama mendukung terlaksananya dan tercapainya tujuan sekolah dan tujuan pendidikan pada umumnya. Sekolah merupakan tempat penyelenggaraan proses belajar mengajar, menanamkan dan, mengembangkan berbagai nilai, ilmu pengetahuan, dan teknologi, keterampilan, seni, serta, wawasan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Oleh karena itu, perpustakaan sekolah bukan hanya sekedar tempat penyimpanan bahan pustaka (buku. dan non buku), tetapi terdapat upaya untuk mendayagunakan agar koleksi-koleksi yang ada dimanfaatkan oleh pemakainya secara maksimal. Hal ini dipertegas dalam SK Mendiknas No. 053/U/2001 tanggal 19 April 2001 tentang Penyusunan Pedoman Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Persekolahan pada Tingkat TK, Dasar sampai dengan SMU/SMK, bahwa keberadaan perpustakaan. Agar bahan pustaka, dapat didayagunakan secara maksimal sesuai dengan tujuan dan fungsi perpustakaan sekolah, maka tentunya diperlukan suatu manajemen perpustakaan sekolah yang memadai.
Perpustakaan tidak dapat dipahami sebagai gedung atau akomodasi fisik tempat menyimpan buku semata. Akan tetapi secara sederhana dapat dinyatakan bahwa perpustakaan adalah suatu unit kerja yang memiliki sumber daya manusia, ruang khusus, dan kumpulan koleksi sesuai dengan jenis perpustakaannya. Namun pengertian perpustakaan sesungguhnya telah mengalami perubahan seiring dengan perubahan paradigma perpustakaan yang tidak hanya dipahami sebagai suatu tempat, tetapi harus dipahami sebagai suatu sistem. Perpustakaan harus dipahami sebagai sebuah sistem yang di dalamnya terdapat unsur tempat, koleksi, dan pemakai. Tujuan dan fungsi perpustakaan adalah mengumpulkan, menyimpan, menata, merawat atau melestarikan dan menyediakan bahan pustaka dalam berbagai bentuk. Tidak hanya buku dan naskah tetapi juga film, peta, cetakan, pita rekaman suara, piringan dan lain - lain.
Perpustakaan juga mempunyai peranan yang sangat kondusif dalam dunia pendidikan, sebagai salah satu pusat ilmu dan sumber ilmu bagi para peserta didik untuk mencari dan mengembangkan wawasan dengan membaca berbagai macam buku yang bermanfaat. Karena perpustakaan memberikan berbagai macam buku – buku yang mempunyai ilmu yang sangat besar dan berguna didalamnya.
B. Rumusan Masalah
1. Apa persiapan yang dilakukan dalam pemenuhan buku di perpustakaan sekolah ?
2. Bagaimana penyusun buku di perpustakaan sekolah?
3. Bagaimana cara mencegah dan cara perbaikan buku di perpustakaan sekolah?
4. Bagaimana cara mewujudkan pelayanan pembaca yang baik?
C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui persiapan yang dilakukan dalam pemenuhan buku di perpustakaan.
2. Mengetahui cara penyusunan buku yang baik di perpustakaan.
3. Mengetahui cara mencegah dan cara perbaikan buku di perpustakaan.
4. Mengetahu cara pelayanan pembaca yang baik diperpustakaan.
D. Manfaat Penulisan
1. Bagi Sekolah
Sebagai wacana untuk meningkatkan pelayanan perpustakaan di sekolah.
2. Bagi Kepala sekolah
Membantu dalam pertimbangan memenuhi jumlah buku diperpustakaan sekolah.
3. Bagi Guru
Untuk dasar sebagai masukan dalam pembelajaran tentang perpustakaan.
4. Bagi Jurusan Manajemen pendidikan
Dapat mengembangkan dan menambah wawasan tentang Manajemen Perpustakaan.
BAB II
KAJIAN TEORI
A. Persiapan dalam memenuhi perlengkapan bahan pustaka di sekolah.
Menurut Ibrahim Bafadal (2008: 37-42), ada beberapa cara yang dapat ditempuh oleh guru pustakawan untuk memperoleh bahan-bahan pustaka, antara lain dengan cara membeli, hadiah atau sumbangan, tukar-menukar, meminjam.
1. Pembelian
a. Membeli ke Penerbit yang dimaksud di sini adalah untuk memperoleh buku-buku, guru pustakawan membeli ke penerbit. Pembelian ke penerbit relatif lebih murah bila dibandingkan dengan membeli ke toko buku.
b. Membeli ke toko buku, tidak semua sekolah dekat dengan penerbit, sehingga apabila membeli langsung ke penerbit akan memakan biaya yang cukup banyak untuk ongkos perjalananya. Apabila yang demikian terjadi, maka sebaiknya guru pustakawan membeli ke toko buku yang dekat dengan sekolahnya.
c. Memesan, dengan pemesanan ini bisa kepada toko buku atau penyalur, atau bisa juga langsung ke penerbit.
2. Hadiah
Selain dengan cara membeli, buku-buku perpustakaan sekolah juga bisa diperoleh dari hadiah atau sumbangan. Permintaan hadiah atau sumbangan buku-buku untuk dijadikan tambahan bahan pustaka dapat dirinci sebagai berikut :
a. Hadiah atau sumbangan dari murid-murid yang akan masuk sekolah atau yang akan lulus keluar dari sekolah. Mengenai judul bukunya bisa terserah kepada murid-murid, atau ditentukan sebelumnya.
b. Hadiah atau sumbangan dari guru atau anggota staf sekolah lainnya. Hadiah atau sumbangan ini bisa berupa buku-buku baru, buku-buku yang sudah dibaca, majalah, surat kabar, dan sebagainya.
c. Hadiah atau sumbangan dari penerbit. Untuk memperoleh hadiah atau sumbangan ini, guru pustakawan terlebih dahulu mengajukan permintaan kepada penerbita yang bersangkutan.
d. Hadiah atau sumbangan dari lembaga-lembaga pemerintah atau lembaga-lembaga swasta, seperti Pusat Pembinaan Perpustakaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, jawatan penerangan, Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan kebudayaan.
3. Tukar menukar
Untuk memperoleh tambahan buku-buku perpustakaan sekolah, pustakawan bisa mengadakan hubungan kerjasama dengan guru pustakawan sekolah lainya. Hubungan kerja sama tersebut berupa saling menukar buku-buku perpustakaan sekolah.
4. Pinjaman
Pinjaman buku-buku, majalah, surat kabar, dan bahan pustaka lainya dapat diusahakan oleh guru pustakawan agar bahan-bahan pustaka semakin lama semakin bertambah.
B. Penyusunan buku di perpustakaan sekolah.
Menurut Noerhayati Soedibyo (1988: 47-48), untuk penyusunan buku-buku dan bahan lain dalam rak atau lemari dapat dipakai berbagai cara. Buku dapat dikelompokkan secara :
a. Buku dapat dikelompokkan menurut bahasa
b. Menurut ukuran besar kecil buku
c. Menurut jenis sampul
d. Menurut warna sampul dan sebagainya.
Cara-cara ini dapat dipakai kalau jumlah buku baru ratusan bahkan mungkin dapat efektif jika koleksi itu paling banyak 2500 jilid, tetapi kalau lebih dari itu sistem improfisasi ini tidak akan memungkinkan pemakaian perpustakaan yang efisien lagi.
Tujuan mengatur buku dan bahan lainnya dalam perpustakaan ialah :agar pemakai mudah menemukan informasi yang diperlukan.
Dengan kata lain, agar para pemakai perpustakaan mudah menemukan informasi yang mereka perlukan : dalam buku mana halaman berapa.
Sulistyo Basuki (1991) mengatakan bahwa klasifikasi berasal dari kata Latin '"classis". Klasifikasi adalah proses pengelompokan, artinya mengumpulkan benda/entitas yang sama serta memisahkan benda/entitas yang tidak sama. Secara umum dapat dikatakan bahwa batasan klasifikasi adalah usaha menata alam pengetahuan ke dalam tata urutan sistematis. Towa P. Hmakotrda dan J.N.B. Tairas (1995) mengatakan bahwa klasifikasi adalah pengelompokan yang sistematis daripada sejumlah obyek, gagasan, buku atau benda-benda lain ke dalam kelas atau golongan tertentu berdasarkan ciri-ciri yang sama. Kalau kita simak dalam kehidupan sehari-hari klasifikasi sudah banyak dilakukan oleh manusia. Seperti di supermarket, di pasar, di toko buku, pedagang yang mengempokkan barang dagangannya yang sejenis dalam satu kelompok yang sama. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pembeli dalam memilih kebutuhan yang diperlukan. Dalam bidang perpustakaan pengertian klasifikasi adalah penyusunan sistematis terhadap buku dan bahan pustaka lain, atau katalog, atau entri indeks berdasarkan subyek, dalam cara yang berguna bagi mereka yang membaca atau mencari informasi (Sulistyo-Basuki: 1991). Dari pengertian ini klasifikasi mempunyai fungsi yaitu: sebagai tata penyusunan buku di jajaran rak, serta sebagai sarana penyusunan entri bibliografis pada katalog, bibliografi dan indeks dalam tata susunan yang sistematis. Sebagai sarana penyusunan buku di jajaran (rak), klasifikasi mempunyai dua keuntungan, yaitu:
(a) Membantu pemakai jasa perpustakaan mengidentifikasi dan melokalisasi bahan pustaka berdasarkan nomor panggil dokumen.
(b) Mengelompokkan bahan pustaka sejenis menjadi satu jajaran atau berdekatan. Dua keuntungan tersebut sangat dimungkinkan karena dalam penentuan klas, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan subyek atau cakupan bidang ilmu dari suatu bahan pustaka. Tujuan klasifikasi adalah untuk mengorganisasikan bahan pustaka dengan sistem tertentu sehingga mudah diketemukan dan dikembalikan pada tempat penyimpanan.
Adapun tujuan tersebut dapat dirinci sebagai berikut:
(a) menghasilkan urutan yang berguna tujuan utama klasifikasi adalah menghasilkan urutan atau susunan bahan pustaka yang berguna bagi staf perpustakaan maupun bagi pemakai perpustakaan.
(b) penempatan yang tepat
Bila bahan pustaka diperlukan pemakai, pustaka yang diinginkan mudah diketemukan serta mudah dikembalikan oleh petugas ke tempat yang pasti sesuai dengan sistem klasifikasi yang digunakan.
(c) penyusunan mekanis
Bahan pustaka baru mudah disisipkan di antara bahan pustaka yang sudah dimiliki. Demikian pula penarikan bahan pustaka (karena dipinjam) tidak akan mengganggu susunan bahan pustaka di jajaran.
Ada beberapa sistem klasifikasi, diantaranya adalah:
1. Klasifikasi Artifisial
Sistem ini adalah mengelompokkan bahan pustaka berdasarkan ciri atau sifat-sifat lainnya, misalnya pengelompokan menurut pengarang, atau berdasarkan ciri fisiknya, misalnya ukuran, warna sampul, dan sebagainya.
2. Klasifikasi Utility
Pengelompokan bahan pustaka dibedakan berdasarkan kegunaan dan jenisnya. Misal, buku bacaan anak dibedakan dengan bacaan dewasa. Buku pegangan siswa di sekolah dibedakan dengan buku pegangan guru. Buku koleksi referens dibedakan dengan koleksi sirkulasi (berdasar kegunaannya)
3. Klasifikasi Fundamental
Pengelompokan bahan pustaka berdasarkan ciri subyek atau isi pokok persoalan yang dibahas dalam suatu buku. Pengelompokkan bahan pustaka berdasarkan sistem ini mempunyai beberapa keuntungan, diantaranya:
• bahan pustaka yang subyeknya sama atau hampir sama, letaknya berdekatan.
• Dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menilai koleksi yang dimiliki
dengan melihat subyek mana yang lemah dan mana yang kuat.
• Menudahkan pemakai dalam menelusur informasi menurut subyeknya.
• Memudahkan pembuatan bibliografi menurut pokok masalah.
• Untuk membantu penyiangan atau weeding koleksi.
C. Pemeliharaan buku-buku perpustakaan sekolah.
1. Mencegah kerusakan buku yaitu dengan cara :
menurut Noerhayati S. (1988: 307-309) upaya-upaya pemeliharaan dan pencegahan dapat kita bagi atas dua faktor sebagai berikut :
a. Pemeliharaan yang disebabkan faktor Fisi dan khemis.
b. Pencegahan kerusakan yang disebabkan faktor biologis.
Untuk lebih jelasnya upaya – upaya pemeliharaan dan pencegahan diatas sebagai berikut :
a. Pemeliharaan yang disebabkan faktor fisi dan khemis
1) Kerusakaan disebabkan oleh kekuatan mekanis dan pengotoran oleh tangan manusia yang dapat dicegah dengan jalan :
a) Menanamkan kesadaran baik pada orang yang menggunakan buku maupun terhadap staf perpustakaan
b) Melatih diri sendiri untuk mencintai buku mengingat peranannya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan , sebagai sumber informasi, pelangsung kehidupan Perguruan Tinggi yang perlu dijaga dan diamankan bersama.
c) Juga bagi pemakai buku, hendaknya diperhatikan bagaimana cara memakai buku yang baik seperti cara membuka buku, Jangan menyelipkan pensil, mistar/ penggaris, karet penghapus dan barang-barang lain ke dalam buku, buku harus diihindarkan dari tangan berminyak, jangan dikenakan air, bahkan pencegahan terhadap kebakaran sangat penting diperhatikan.
2) Kotoran-kotoran debu sebaiknya dibersihkan dengan : Vaccum cleaner yang dapt menghisap debu, karena sapu bulu ayam hanya dapat memindahkan debu dari rak buku ke tempat lain.
3) Suhu yang terlalu tinggi, sinar matahari yang langsung dan kelembaban yang besar, pencegahannya harus dipertimbangkan sejak pembuatan gedung perpustakaan.
Kontruksinya harus mengingat iklim dan kondisi-kondisi di atas. Letak gedung sebaiknya jangan dekat rawa atau dekat pabrik-pabrik yang banyak mengeluarkan asap hitam dan kotor.
4) Khusus pencegahan kebakaran supaya di tiap perpustakaan disediakan alat-alat yang dipersiapkan untuk pencegahan tersebut.
b. Pencegahan kerusakan yang disebabkan faktor biologis dapat dilihat sebagai berikut :
1) Jamur
Pertumbuhanya dapat dicegah dengan antara lain :
a) Pembersihan dengan kain atau alat-alat yang kering, gedung perpustakaan hendaknya mempunyai ventilasi hawa yang baik, di dalam gedung dimana buku disimpan, diletakkan ke ranjan g yang berisi arang bila ruanganya sangat lembab.
b) Jamur yang sudah ada pada buku dapat dibersihkan dengan alkohol atau spritus, tetapi kelemahannya akan mengotori lembaran – lembaran kertas dalam buku.
2) Serangga
a) Anai – anai tanah dapat disemprot dengan DDT kedalam sarangnya, sedang anak anai – anai hanya dapat dicegah menggosokkan parafin pada rak dan almari perpustakaan.
b) Hama – hama buku dapat dicegah dengan : menjaga kebersihan secara teratur, meletakkan kapur barus, naptholen, thymol, pada rak – rak buku insecta.
D. Pelayanan sirkulasi diperpustakaan sekolah
1.Peminjaman
a. Koleksi yang dipinjamkan
Koleksi peminjaman biyasa nya meliputi : buku teks, buku informasi, buku fiksi, majalah yang lama, surat kabar yang lama,dan koleksi lain seperti kliping. Sedangkan koleksi referensi, majalah yang baru, surat kabar yang baru dan koleksi yang langka hanya boleh dibaca diruang baca perpustakaan.
b.Jangka waktu peminjaman
Untuk buku teks, jika jumlah copy nya memungkinkan, akan dipinjamkan dengan jangka waktu yang lebih lama. Sedangkan untuk koleksi lain, jangka waktu peminjamanya disesuaikan dengan perbandingan jumlah koleksi dengan jumlah guru dan siswa sebagai pemakainya.
c. Perlengkapan yang dibutuhkan
1) Kartu buku, yang tertempel pada buku.
2) lembaran tanggal, yang ditempel pada buku.
3) Tanda pengenal siswa dan guru. Untuk pegawai dapat dipergunakan kartu pegawainya.
4) Cap tanggal, dan bantalan cap nya.
5) Kantong peminjaman. Kantong peminjaman ini adalah kantong yang terbuat dari kertas manila atau kertas gesing yang diberi identitas siswa dan guru seperti yang tertera pada kartu OSIS dan kartu pegawai.
6) Kotak kantong peminjaman.
7) Kartu penunjuk yang berfungsi sebagai penyekat kumpulan kantong peminjaman.
d. Cara mengerjakan
1). Apabila perpustakaan sekolah itu menggunakan pelayanan sistem terbuka maka pemakai memilih sendiri buku yang dipinjamnya dan dibawa ke meja sirkuasi lengkap denga kartu pengenalnya ( kartu OSIS atau kartu pegawai).
Tetapi bila menggunakan system tertutup, maka melalui catalog menunjukkan bon perintaan pinjam yang telah di isi sesui dengan yang dibutuhkan, dengan menunjukkan kartupengenal ke meja sirkulasi.
2). Petugas bagian pelayanan peminjaman menerima buku, atau mencarikan buku yang diminta dengan bon, dan sekaligus dengan tanda pengenalnya. Dengan mengecek tanda pengenal dapat ditetapkan apakah yang bersangkutan berhak meminjam atau tidak.
3). Dengan tanda pengenal itu petugas mencari kantong peminjam yang bertuliskan identitas yang bersangkutan
4). Tulis nomor induk peminjam pada kartu buku, dikolom no. anggota. Isi kolom tanggal kembali pada kartu buku dengan cap tanggal sesuai dengan batas waktu pengembalian.
5). Kerjakan sekali lagi seperti butir 4) tetapi pada lembaran tanggal, dan diakhiri dengan paraf petugas.
6). Lihatlah tanda tangan peminjam (paraf saja) pada kolom paraf pada kartu buku.
7). Masukan kartu buku yang sudah diparaf kedalam kantong peminjaman, kemudian kembalikan kantong peminjaman tersebut kekotak kantong peminjaman pada tempatnya semula.
8). Berikan buku dan kartu pengenal pada peminjam, dan dengan demikian selesai lah proses peminjaman itu.
2. Pengembalian
a. Perlengkapan yang dibutuhkan
1) Kartu buku
2). Kantong peminjaman.
3). Kotak kantong peminjaman.
4). Cap tanggal dan bantalan cap nya.
b. Cara mengerjakan tata pengembalian.
1).Peminjaman dating sendiri ke meja peminjaman/ pengembalian, atau mewakilkan, dengan membawa buku yang akan dikembalikan.
2). Petugas menerima dan memeriksa keutuhan fisik buku dan tanggal harus kembali yang tertera pada lembaran tanggal.
3). Petugas mengambil kantong peminjaman sesuai dengan nomor induk yang tertera pada lembaran tanggal.
4). Bila tidak ada persoalan keutuhan fisik buku dan keterlambatan pengembalian, diteruskan dengan mengambil kartu buku yang sesuai dari dalam kantong peminjaman. Pada kolom paraf pada kartu buku di bubuhi cap tanggal sesuai dengan tanggal waktu mengembalikan sebagai bukti bahwa buku itu sudah dikembalikan.
5). Kembalikan kartu buku itu kekantong kartu buku, dan kemudian diletakan ditempat yang disediakan dimeja peminjaman yang nantinya dikembalikan ketempatnya di rak.
6). Kantong peminjam dikembalikan ditempatnya semula.
3. Layanan Referensi
Layanan referensi adalah kegiatan yang berupa memberikan bimbingan kepada siswa dan guru yang menggunakan perpustakaan, agar mampu menggunakan koleksi dan sumber-sumber referensi dengan tepat dan cepat,atas permintaan atau tidak, karena uniknya koleksi referensi ini, banyak siswa dan guru tidak tau isi dan cara menggunakanya sehingga tidak pernah menggunkan koleksi tersebut.
a. Kegunaan pelayanan referensi ini adalah untuk mengoptimalkan penggunaan dan pemanfaatan koleksi perpustakaan dalam menunjang belajar dan mengajar disekolah
b. Cara pelayanan referensi yang dilakukan hendaknya bersifat langsung, aktif dan spontan. Langsung, berarti langsung berhadapan langsung dengan yang memerlukan, aktif berarti petugas ini yang aktif mengambil inisiatif agar dirasakan dibutuhkan. Dan Spontan berarti tanggan dengan situasi pemakai perpustakaan yang membutuhkan pertolongan dan bimbingan.
4.Tata tertib perpustakaan
Agar proses pelayanan sirkulasi dapat berjalan lancar, perlu dibuat peraturan perpustakaan sebagai dasar hukum dalam menjalankan dalam segala kegiatan. Peraturan perpustakan hendaknya diresmikan dan ditanda tangani oleh kepala perpustakan atau kepala lembaga, dan seharusnya ditaati oleh semua para petugas dan pemakai perpustakaan. Isi peraturan peraturan perpustakan meliputi hal berikut :
a. Jam buka perpustakaan, jam pelayanan peminjaman dan pelayanan pengembalian.
b. Macam koleksi yang boleh dipinjam dan macam koleksi yang tidak boleh dipinjam.
c. Tata tertib peminjaman, syarat peminjaman, batas jumlah peminjaman, dan lama peminjaman.
d. Sanksi pelanggaran.
e. Tata tertib selama berada di ruang perpustakaan.
f. Lain-lain yang dianggap perlu.
BAB III
PEMBAHASAN
A. Persiapan dalam pemenuhaan buku di perpustakaan sekolah.
Pendanaan adalah sesuatu yang sering menjadi kendala bagi pengelola perpustakaan dalam mengembangkan perpustakaannya. Untuk itu masalah pendanaan harus direncanakan sedini mungkin. Hal tersebut dapat dilakukan melalui sebuah tinjauan terhadap koleksi yang dimiliki dan tujuan pengembangan program-program berupa dokumen perencanaan. Sebuah rencana pendanaan akan membantu dalam meyakinkan dewan sekolah atau pemilik sekolah untuk menyetujui dan juga sebagai bukti akuntabilitas dari program-program perpustakaan. Langkah selanjutnya apabila sudah disetujui, maka tugas dari pengelola perpustakaan untuk
merancang dan mengawal penggunaan dana yang sudah diajukan. Hal ini harus dilakukan secara sistematis dan sesuai dengan prosedur yang sudah dirancang sebelumnya. Kegiatan pendanaan ini sangat erat hubungannya dengan kegiatan
pengadaan. Pengadaan di perpustakaan meliputi pengadaan koleksi, fasilitas, ruang, dan sebagainya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam rencana pendanaan:
1. Tiap sekolah atau institusi mungkin mempunyai perbedaan format
dalam hal pendanaan yang disesuaikan dengan kebijakan
2. Perlu dihitung pendanaan untuk buku/koleksi yang rusak atau hilang
3. Setiap pengeluaran dana tercatat dengan baik untuk keperlua akuntabilitas
4. Dokumen pendanaan akan membantu dalam merancang pengeluaran operasional perpustakaan
5. Proses seleksi bahan pustaka memperhatikan rencana pendanaan yang ada
6. Dibuat diagram alur pendanaan yang menggambarkan semua proses dalam kurun waktu tertentu, misalnya selama 1 tahun
7. Terdapat keterangan yang menunjukkan implikasi rencana
8. pendanaan dengan tujuan kurikulum dan program sekolah
Usaha pengadaan koleksi bahan pustaka dapat dilakukan dengan berbagaiu cara yaitu:
a. Pembelian adalah jalan yang ideal dalam pengadaan koleksi bahan pustaka, sebab ada kebebasan dalam menentukan pilihan bahan pustaka yang sesuai dengan kebutuhan.
b. Hadiah atau pemberian dapat diperoleh dari instansi pemerintah maupun swasta, perorangan berupa kenang-kenangan tanda terimakasih dan sebagainya.
c. Tukar Menukar bagi sekolah yang mampu menerbitkan buku atau memiliki penerbitan sendiri dapat dipergunakan untuk tukar menukar bahan pustaka dengan penerbit lain. Hal ini akan menjadikan koleksi bahan pustaka perpustakaan bertambah.
B. Cara penyusunan buku di perpustakaan sekolah.
Tujuan Penyusunan Buku di Rak :
1. Mencegah buku-buku dari kerusakan.
2. Memelihara buku dalam keadaan rapi dan bersih.
Penyusunan Buku yang Baik :
1. Disusun secara tegak lurus.
2. Jika buku-buku tersebut sangat lebar atau tinggi, buku tersebut harus di tempatkan secara mendatar.
3. Tidak meregangkan bagian punggung, jahitan, dan ujung buku.
4. Tidak disusun pada bagian tepi depannya karena hal ini akan menyebabkan penahan teks akan lepas dari sampul buku.
5. Rak tidak boleh berdebu atau berkarat
6. Buku jangan sampai tergelincir di rak (potongan karet dapat dilekatkan ke dasarnya)
Pengelompokan yang sistematis dari sejumlah obyek, gagasan, buku atau benda-benda lain kedalam kelas atau golongan tertentu berdasar ciri-ciri yang sama. Di dalam klasifikasi bahan pustaka dipergunakan penggolongan berdasarkan ciri-ciri tertentu. Misalkan oleh karena bentuk fisik yang berbeda, maka menempatkan buku perpustakaan dipisahkan daripada surat kabar,majalah, piringan hitam, microfilm dan slides. Adapula penggolongan berdasar penggunaan bahan pustaka seperti koleksi buku anak-anak atau buku bacaan ringan. Akan tetapi yang menjadi dasar utama penggolongan koleksi perpustakaan yang paling banyak dipakai adalah penggolongan berdasar isi atau subyek buku.
Sebelum kita menempatkan suatu bahan pustaka (buku) pada kelas atau penggolongan yang sesuai, kita perlu mengetahui lebih dahulu subyek apa yang dibahas dalam buku itu, sudut pandang yang dianut oleh penulisnya dan bentuk penyajiannya. Sayangnya hal itu tidak selalu mudah dilaksanakan dalam praktek, sehingga perlu mengetahui dan mempelajari bagaimana cara membaca buku secara teknis. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :
1) Judul buku kadang-kadang dengan mudah memberikan petunjuk tentang apa isinya, misalnya matematika modern, Pengantar Ekonomi, akan tetapi sering juga yang tidak jelas (bahkan membingungkan ) sehingga perlu diadakan pemeriksaan lebih lanjut. Buku denhgan judul seperti Habis Gelap Terbitlah Terang tidak dapat kita tentukan subyeknya begitu saja tanpa meneliti buku itu untuk memperoleh keterangan atau petunjuk lebih jelas misalnya judul tambahan,judul seri, dan melalui cara-cara yang disebutkan dibawah ini.
2) Daftar isi sebuah buku, apalagi yang cukup terperinci biasanya merupakan petunjuk yang dapat dipercaya tentang subyek buku itu.
3) Apabila dari daftar isi tidak jelas , atau tidak ada daftar isi,bibliografi atau sumber yang dipakai untuk menyusun buku itu dapat memberikan petunjuk yang bermanfaat.
4) Bacalah sepintas lalu Kata pengantar atau Pendahuluan buku itu yang biasanya memberikan informasi tentang sudut pandangan penulis tentang subyeknya,ruang lingkup persoalannya, untuk pembaca yang bagaimana buku itu ditulis dan keterangan lain yang berguna untuk mengklasirnya.
5) Apabila keempat langkah tersebut diatas belum memadai untuk menentukan subyek buku itu, maka kita terpaksa harus membaca sebagian teks buku itu atau mencari sumber informasi lain seperti bibliografi katalog penerbit, timbangan buku pada majalah ilmiah dan buku referens lainnya, bahkan meminta pertolongan dari orang yang ahli. Disamping itu masih ada kesulitan lain lagi yaitu banyak pengarang yang membahas dua subyek atau lebih dalam sebuah buku, membahas dua aspek atau lebih dari satu subyek (lebih dari satu disiplin ilmu).
Klasifikasi dimaksudkan untuk mengelompokan buku atau bahan pustaka menurut isinya. Tujuannya adalah untuk memudahkan bila hendak mencari buku tersebut. Buku yang sudah dikelompokkan disusun dalam satu susunan yang pengerjaannya sebagai berikut : - koleksi yang sudah di inventaris dikelompokkan menurut bidang ilmu masing-masing ( buku referensi atau buku ilmu pengetahuan) meneliti subyek buku dengan berpedoman pada klasifikasi. Secara umum perpustakaan memakai system DDC (Dewey Decimal Classification). Umumnya nama perpustakaan dan nama pengarang buku disertakan. Dalam pengisian kartu buku melihat pada daftar klasifikasi yang baru disusun/didaftar untuk nomornya. Kartu buku diisi sesuai dengan isian yang tertera. Nomor inventaris juga dapat disertakan.Selanjutnya kartu buku diselipkan pada kantong buku yang dipasang dihalaman kosong terakhir isi buku. Buku siap disampul cover plastik agar tidak cepat rusak dan siap untuk rencana diletakkan pada kelompoknya. Halaman kedua/ketiga judul diberi kode nomor subyek dan nomor inventaris. Langkah selanjutnya buku yang telah selesai didata tersebut kemudian dikelompokkan ke dalam katalog (ada beberapa pembagian katalog yaitu katalog subyek,pengarang, judul, dan biasanya dibuatkan kartu katalog beserta alamari katalog). Katalog ini berguna untuk mengetahui buku apa saja yang dimiliki perpustakaan, sedangkan tujuan pembuatan katalog adalah : - orang menemukan buku berdasarkan pengarangnya,judulnya/ subyeknya. - Menunjukkan buku yang dimiliki perpustakaan - Membantu dalam pemilihan buku, berdasar edisinya, karakternya. - Membantu penelusuran sumber yang dicari No. Judul Buku Pengarang Penerbit Tahun Keterangan Contoh daftar buku menurut subyeknya. c. Penyusunan dan Pemeliharaan Pengaturan buku dirak (shelving). Buku diatur di rak dengan baik dan teratur sehingga waktu pemakai dapat dihemat. Karena itu buku di perpustakaan disusun dalam berbagai koleksi/urutan memenuhi kebutuhan pemakai, contoh : - buku teks (pengajaran ), buku referensi, majalah, khusus ( buku langka,mahal,mini), skripsi, pustaka non buku : kaset dsb. Penempatan buku di rak dilakukan untuk :
1) buku yang memerlukan koreksi/ perbaikan
2) buku yang diterima dari bagian penjilidan
3) buku untuk keperluan khusus
4) buku baru.
Bila label buku copot,kabur tulisannya, perlu segera diperbaiki. Juga bila pemakai menempatkan buku yang salah pada tempatnya, maka pustakawan perlu melakukan pembetulan letak buku.
C. Cara mencegah kerusakan dan perbaikan buku di perpustakaan sekolah
1) Tindakan Preventif
Tindakan preventif adalah tindakan yang dilakukan sebelum terjadi kerusakan pada bahan pustaka atau buku atau biasa disebut sebagai tindakan pencegahan. Tindakan preventif yang dilakukan perpustakaan untuk memperkecil pengaruh faktor-faktur yang dapat merusak kertas seperti yang diuraikan diatas antara lain :
1. Pencegahan karena pengaruh cahaya
Mengurangi masuknya cahaya matahari dengan jalan melapisi kaca jendela dengan memasang plastik, memasang kerai dan lain-lain. Untuk cahaya listrik dengan jalan memasang kaca dibawah neon/lampu, memasang lampu agak kedalam. Yang perlu diingat sinar lampu tidak langsung mengenai bahan pustaka.
2. Pencegahan karena pengaruh suhu dan kelembaban udara.
Untuk perpustakaan, kelembaban dan suhu udara yang ideal adalah 45-60 FH dan 20-24° C. Cara yang baik mendapatkan kondisi ini adalah menggunakan AC.
3. Pencegahan karena faktor kimia
Dapat dikurangi dengan membersihkan bahan pustaka dari debu dengan vacuum cleaner, menyimpan buku dalam almari kaca.
4. Pencegahan karena faktor biota
Pencegahan dilakukan dengan memeriksa bahan pustaka secara berkala, membersihkan tempat penyimpanan pada rak-rak, memberikan bahan yang berbau seperti kemper.
5. Pencegahan karena faktor manusia
Faktor manusia dapat dihindari dengan cara mengikuti talkshow, workshop, seminar, pelatihan atau pendidikan pengguna tentang perpustakaan.
Upaya-upaya untuk perbaikan koleksi buku dari kerusakan dan kehancuran meliputi tiga kegiatan yaitu :
a. Pelestarian (preservation)
Pelestarian koleksi mencakup unsur-unsur pengelolaan dan keuangan, termasuk cara menyimpan dan alat-alat bantunya, tingkat dan kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan, kebijaksanaan, teknik dan metode yang diterapkan untuk melestarikan koleksi serta informasi yang terkandung di dalamnya.
Bentuk pelestarian bahan pustaka yang dilakukan oleh perpustakaan antara lain adalah:
1) Dengan membuat fotokopinya
2) Mengalih bentukkan ke dalam bentuk CD-ROM ( Compact Disk-read
Only Memory)
b. Pengawetan (conservation)
Pengawetan koleksi merupakan kebijakan dan cara khusus yang diperlukan untuk melindungi koleksi dari kerusakan dan kehancuran. Koleksi buku yang terbuat dari kertas merupakan bahan yang mudah terbakar, mudah robek, mudah rusak karena dimakan serangga, timbul noda karena debu dan jamur. Oleh karena itu, koleksi perpustakaan yang berbentuk buku perlu dilindungi dengan cara membersihkan debu, fumigasi terhadap serangga dan jamur, menghilangkan noda. Pengawetan perlu dilakukan secara rutin oleh pustakawan agar informasi yang terdapat dalam koleksi selalu terjaga dengan baik.
c. Perbaikan (restoration)
Perbaikan koleksi merupakan pertimbangan dan teknik khusus yang digunakan untuk memperbaiki koleksi yang rusak sehingga dapat digunakan lagi di Perpustakaan. Mencakup kegiatan penjilidan, laminasi, menambal dan menyambung, Penempatan kembali koleksi Setelah melakukan kegiatan - kegiatan tersebut di atas yaitu pelestarian, pengawetan dan perbaikan, koleksi diletakkan kembali di rak. Penempatan kembali koleksi berarti mengembalikan koleksi yang sudah diperbaiki ke rak sehingga koleksi segera dapat digunakan lagi oleh pengguna.
1) Penjilidan
Penjilidan merupakan usaha mengumpulkan tulisan-tulisan yang pernah dimuat oleh media cetak (Lasa HS, 1994 ) Kegiatan penjilidan meliputi : Bahan pustaka yang lembaran halamannya terlepas. Pembundelan bahan pustaka, sejenis ma]alah.
Beberapa langkah dalam memperbaiki buku :
a. Perbaikan isi buku atau blok buku :
• Kuras atau kateren, yaitu lembaran-lembaran buku yang telah dilipat dan saling disisipkan sesuai nomor halamannya untuk dijahit satu dengan yang lain, sehingga akhirnya membentuk isi buku atau blok buku.
• Isi buku atau blok buku kemudian dipres sambil dilem. Pada sistem jilid tanpa benang (perfect binding), blok buku \ dilem pada punggungnya.
• Lembar pelindung ditempelkan pada lembaran pertama dan lembaran terakhir isi buku.
• Isi buku , yang sudah dilapisi lembaran pelindung dapat dipotong/ dirapikan sesuai ukuran yang dikehendaki.
• Isi buku dipilung / dibulatkan atau bentuk lurus / siku, sesuai dengan yang diinginkan.
• Tempel atau rekatkan pita kapital untuk pemanis/estetika disamping bisa juga menambah kekuatan pada bagian kepala dan ekornya.
• Tempel kain kasa, sebelum digabung dengan sampul atau kulit buku yang telah disiapkan.
b. Membuat kulit / buku sampul
• Memotong karton tebal sebanyak 2 lembar untuk bagian atas dan bawah, dengan ukuran lebar sesuai dengan blok buku, sedangkan panjangnya sesuai dengan blok buku ditambah pias buku.
• Memotong lajur punggung, biasanya menggunakan karton yang lebih tipis, dengan ukuran panjang plat blok buku dan lebar sesuai tebal buku.
• Memotong sisa - sisa potongan kertas dengan ukuran panjang plat blok buku dan lebar dua kali ketebalan blok buku.
• Memotong mal / pola dengan ukuran setengah kali panjang plat blok buku.
• Penggabungan plat atas dan bawah dengan lajur punggung dibantu dengan mat dan penempelan sisa potongan.
• Pemotongan kain linen dengan ukuran dua kali lebar plat +lebar lajur punggung + 2 knip (0,5 cm) + tebal karton tebal + dua kali lipatan ( 2 cm) untuk panjang linen, sedangkan untuk lebarnya diukur dari panjang plat + 2 lipatan (1,5 cm) + tebal karton tebal.
• Penggabungan dan penempelan plat atas dan bawah ditempelkan pada linen dan jadilah sampul buku.
• Penempelan blok buku dengan sampul, biasanya dengan cara
pengeleman.
• Buku di pres.
2) Laminasi
a. Bahan pustaka yang fisiknya lapuk tapi masih punya nilai guna tinggi.
b. Untuk menghindari bahan pustaka, misalnya, manuskrip, naskah, dan dokumentasi kuno cepat rusak / hancur.
3) Memperbaiki punggung buku yang rusak
a. Buku di lem
b. Diganti kertas sisi / penutup dan dilapisi dengan kain penguat / kasa.
4) Memperbaiki halaman buku yang rusak
a. Diberi perekat kedua sisinya yang sobek untuk ditempelkan kembali.
b. Bila ada halaman buku yang sobek dan tidak mungkin di rekat dengan lem, gunakan isolasi bening atau kertas putih telur yang halus dan tembus cahaya lalu tempel halaman yang sobek tadi pada kertas dengan lem.
5) Memperbaiki halaman yang lepas.
Memberi lem pada punggung halaman untuk menempelkan halaman yang lepas tersebut. Setelah itu di pres agar lemnya kuat dan rata.
6) Menyampul bahan pustaka
Bahan pustaka diberi sampul plastik atau sampul kertas supaya
lebih awet dan tidak mudah kotor.
Adapun kendala-kendala yang dihadapi dalam pemeliharaan buku di perpustakaan antara lain :
1. Faktor Fisik
a. Cahaya matahari dan listrik akan menimbulkan buku menjadi rapuh, mudah patah, dan berubah warna.
b. Suhu dan kelembaban udara, apabila kandungan air pada buku tinggi maka buku akan lemah.
2. Faktor Kimia
a. Dalam kertas, dari bahan pembuat kertas sendiri dapat merusak kertas atau buku.
b. Polusi udara, sumber keasaman juga dapat diperoleh dari udara, karena sifat kertas yang mudah menyerap gas-gas yang berbahaya dari udara bebas.
c. Tinta, dari bahan tinta sendiri dibuat dengan mencampur asam lanat
dan garam besi dan bahan lain yang dapat melekat. Tinta mengakibatkan kertas akan terkikis dan membentuk lubang pada bagian-bagian yang tertulis.
3. Faktor Biota
a. Fungi atau jamur
Adalah tumbuhan multi sel yang tidak berklorofil sehingga memperoleh makanan dari kehidupan lain. Fungi merusak perekat yang ada pada kerta, tulisan tidak jelas dibaca.
b. Serangga
Memakan bagian dari buku, misal permukaan buku dan perekat yang digunakan untuk menjilid.
Macam-macam serangga :
• Kecoa
• Rayap
• Ngengat
• Dan lain-lain.
c. Binatang pengerat (tikus)
4. Faktor penggunaan yang salah
Manusia memegang peranan penting di dalam penggunaan dan pemakaian bahan pustaka.Misalnya : membaca sambil makan, melipat halaman buku.
D. Cara mewujudkan pelayanan pembaca yang baik
Pada dasarnya pelayanan pembaca mempunyai pengertian kegiatan memberikan pelayanan dan bantuan kepada pemakai, agar dapat sebagai sumber informasi dalam kegiatan ini peranan pustakawan bersifat menjembatani antara koleksi perpustakan dengan para pemakai. Pelayanan pembaca dapat terlaksana dengan baik jika terdapat pelayanan sirkulasi (peminjaman buku dan pengembalian buku), layanan referensi, dan tata tertib perpustakaan.
Dalam pelayanan sirkulasi yang baik harus mempunyai perlengkapan bahan pustaka yang lengkap, karena dengan adanya kelengkapan bahan pustaka, petugas perpustakaan pun bisa dengan baik menjalankan segala kegiatan yang berhubungan dengan peminjaman dan pengembalian buku-buku perpustakaan, sehingga buku-buku yang dipinjam mampu di awasi dan mampu terkendali oleh petugas perpustakaan.
1.Peminjaman
a. Koleksi yang dipinjamkan
Koleksi peminjaman biyasa nya meliputi : buku teks, buku informasi, buku fiksi, majalah yang lama, surat kabar yang lama,dan koleksi lain seperti kliping. Sedangkan koleksi referensi, majalah yang baru, surat kabar yang baru dan koleksi yang langka hanya boleh dibaca diruang baca perpustakaan.
b.Jangka waktu peminjaman
Untuk buku teks, jika jumlah copy nya memungkinkan, akan dipinjamkan dengan jangka waktu yang lebih lama. Sedangkan untuk koleksi lain, jangka waktu peminjamanya disesuaikan dengan perbandingan jumlah koleksi dengan jumlah guru dan siswa sebagai pemakainya.
e. Perlengkapan yang dibutuhkan
8) Kartu buku, yang tertempel pada buku.
9) lembaran tanggal, yang ditempel pada buku.
10) Tanda pengenal siswa dan guru. Untuk pegawai dapat dipergunakan kartu pegawainya.
11) Cap tanggal, dan bantalan cap nya.
12) Kantong peminjaman. Kantong peminjaman ini adalah kantong yang terbuat dari kertas manila atau kertas gesing yang diberi identitas siswa dan guru seperti yang tertera pada kartu OSIS dan kartu pegawai.
13) Kotak kantong peminjaman.
14) Kartu penunjuk yang berfungsi sebagai penyekat kumpulan kantong peminjaman.
f. Cara mengerjakan
1). Apabila perpustakaan sekolah itu menggunakan pelayanan sistem terbuka maka pemakai memilih sendiri buku yang dipinjamnya dan dibawa ke meja sirkuasi lengkap denga kartu pengenalnya ( kartu OSIS atau kartu pegawai).
Tetapi bila menggunakan system tertutup, maka melalui catalog menunjukkan bon perintaan pinjam yang telah di isi sesui dengan yang dibutuhkan, dengan menunjukkan kartupengenal ke meja sirkulasi.
2). Petugas bagian pelayanan peminjaman menerima buku, atau mencarikan buku yang diminta dengan bon, dan sekaligus dengan tanda pengenalnya. Dengan mengecek tanda pengenal dapat ditetapkan apakah yang bersangkutan berhak meminjam atau tidak.
3). Dengan tanda pengenal itu petugas mencari kantong peminjam yang bertuliskan identitas yang bersangkutan
4). Tulis nomor induk peminjam pada kartu buku, dikolom no. anggota. Isi kolom tanggal kembali pada kartu buku dengan cap tanggal sesuai dengan batas waktu pengembalian.
5). Kerjakan sekali lagi seperti butir 4) tetapi pada lembaran tanggal, dan diakhiri dengan paraf petugas.
6). Lihatlah tanda tangan peminjam (paraf saja) pada kolom paraf pada kartu buku.
7). Masukan kartu buku yang sudah diparaf kedalam kantong peminjaman, kemudian kembalikan kantong peminjaman tersebut kekotak kantong peminjaman pada tempatnya semula.
8). Berikan buku dan kartu pengenal pada peminjam, dan dengan demikian selesai lah proses peminjaman itu.
2. Pengembalian
a. Perlengkapan yang dibutuhkan
1) Kartu buku
2). Kantong peminjaman.
3). Kotak kantong peminjaman.
4). Cap tanggal dan bantalan cap nya.
b. Cara mengerjakan tata pengembalian.
1).Peminjaman dating sendiri ke meja peminjaman/ pengembalian, atau mewakilkan, dengan membawa buku yang akan dikembalikan.
2). Petugas menerima dan memeriksa keutuhan fisik buku dan tanggal harus kembali yang tertera pada lembaran tanggal.
3). Petugas mengambil kantong peminjaman sesuai dengan nomor induk yang tertera pada lembaran tanggal.
4). Bila tidak ada persoalan keutuhan fisik buku dan keterlambatan pengembalian, diteruskan dengan mengambil kartu buku yang sesuai dari dalam kantong peminjaman. Pada kolom paraf pada kartu buku di bubuhi cap tanggal sesuai dengan tanggal waktu mengembalikan sebagai bukti bahwa buku itu sudah dikembalikan.
5). Kembalikan kartu buku itu kekantong kartu buku, dan kemudian diletakan ditempat yang disediakan dimeja peminjaman yang nantinya dikembalikan ketempatnya di rak.
6). Kantong peminjam dikembalikan ditempatnya semula.
3. Layanan Referensi
Layanan referensi adalah kegiatan yang berupa memberikan bimbingan kepada siswa dan guru yang menggunakan perpustakaan, agar mampu menggunakan koleksi dan sumber-sumber referensi dengan tepat dan cepat,atas permintaan atau tidak, karena uniknya koleksi referensi ini, banyak siswa dan guru tidak tau isi dan cara menggunakanya sehingga tidak pernah menggunkan koleksi tersebut.
c. Kegunaan pelayanan referensi ini adalah untuk mengoptimalkan penggunaan dan pemanfaatan koleksi perpustakaan dalam menunjang belajar dan mengajar disekolah
d. Cara pelayanan referensi yang dilakukan hendaknya bersifat langsung, aktif dan spontan. Langsung, berarti langsung berhadapan langsung dengan yang memerlukan, aktif berarti petugas ini yang aktif mengambil inisiatif agar dirasakan dibutuhkan. Dan Spontan berarti tanggan dengan situasi pemakai perpustakaan yang membutuhkan pertolongan dan bimbingan.
4.Tata tertib perpustakaan
Agar proses pelayanan sirkulasi dapat berjalan lancar, perlu dibuat peraturan perpustakaan sebagai dasar hukum dalam menjalankan dalam segala kegiatan. Peraturan perpustakan hendaknya diresmikan dan ditanda tangani oleh kepala perpustakan atau kepala lembaga, dan seharusnya ditaati oleh semua para petugas dan pemakai perpustakaan. Isi peraturan peraturan perpustakan meliputi hal berikut :
g. Jam buka perpustakaan, jam pelayanan peminjaman dan pelayanan pengembalian.
h. Macam koleksi yang boleh dipinjam dan macam koleksi yang tidak boleh dipinjam.
i. Tata tertib peminjaman, syarat peminjaman, batas jumlah peminjaman, dan lama peminjaman.
j. Sanksi pelanggaran.
k. Tata tertib selama berada di ruang perpustakaan.
l. Lain-lain yang dianggap perlu.
Jumat, 28 Januari 2011
membongkar pdf yg di pasword
Kawan dan saudara yang selalu dalam lindunganNya, bukan maksud hati ingin menyombongkan diri tapi ingin membagi dan saling mengisi wacana dalam dunia IT. Sekarang ini banyak artikel pdf yang sengaja ekspose ke dunia internet secara free tapi dengan file yang terproteksi.
Disini kami ingin memberikan informasi bahwa sudah ada software yang bisa membongkar file-file pdf yang terprotek yang biasanya file pdf tersebut tidak bisa di copy atau bahkan di print. software yang digunakan untuk mengatasi file pdf yang telah di jelaskan diatas adalah software PdfPasswordRemover.
Cara penggunaannya silahkan anda install dulu program tersebut, yang caranya klik aja 2 kali lalu ikuti petunjuk installasinya. setelah itu buka file pdf yang terprotek dengan program tersebut, dan selanjutnya simpan file backupnya ke folder lain. setelah itu buka file yang sudah di buka proteksinya tersebut. dan silahkan anda print atau copy.
ni alamatnya yg mau download.
http://www.ziddu.com/download/11173023/PDFPasswordRemover3.0.zip.html
Disini kami ingin memberikan informasi bahwa sudah ada software yang bisa membongkar file-file pdf yang terprotek yang biasanya file pdf tersebut tidak bisa di copy atau bahkan di print. software yang digunakan untuk mengatasi file pdf yang telah di jelaskan diatas adalah software PdfPasswordRemover.
Cara penggunaannya silahkan anda install dulu program tersebut, yang caranya klik aja 2 kali lalu ikuti petunjuk installasinya. setelah itu buka file pdf yang terprotek dengan program tersebut, dan selanjutnya simpan file backupnya ke folder lain. setelah itu buka file yang sudah di buka proteksinya tersebut. dan silahkan anda print atau copy.
ni alamatnya yg mau download.
http://www.ziddu.com/download/11173023/PDFPasswordRemover3.0.zip.html
Senin, 10 Januari 2011
Pentingnya TIK dan Internet

Pentingnya TIK bagi manajemen pendidikan
TIK merupakan Teknologi Informasi dan Komunikasi, yang mana sudah menjadi komoditas utama bagi kemajuan informasi. Teknologi informasi bagi manajemen pendidikan mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi kemajuan manager pendidikan, dimana semua bidang kehidupan menggunakan aplikasi teknologi. Managemen pendidikan merupakan manager yang mengatur sistem pendidikan, sehingga secara otomatis para manager sangat membutuhkan aplikasi teknologi untuk membuat sistem itu.
Selain itu, internet juga sangat berpengaruh dalam kehidupan, dimana kita bisa mendapatkan informasi tentang apa saja dalam waktu yang singkat, dan mudah.
Managemen pendidikan juga membutuhkan internet untuk inspirasi sistem apa yang akan dipakai.
Kamis, 06 Januari 2011
bisnis cantik
Semangadd Pagiii d’BCners J0gja…..
Apa kabarr???
Bagaimana pencapaian 2010 kemaren?
Belum naik level?
Kepengen loncat level lebih tinggi lagi?
Kepengen banget dapat motivasi serta ilmu baru dari teman-teman yang
lebih dahulu menanjak karirnya disini?
Kepengen dengerin sharing dari teman-teman yang cepet naik level meski
jauh dari upline?
Daaann… dapetin info2 promo terbaru dari Oriflame??..
Yukkkk recharge semangat dan ramaikan d’BCN OOM Jogja yang akan di adakan pada :
Hari / Tanggal :Minggu / 16 Januari 2011
Pukul : 10.00 sd 12.00
Tempat : Ruang Togetherness Kantor Oriflame Jogja L. 2
Jalan Diponegoro 58, Yogyakarta
Acara ini akan diisi dengan :
Recognisi bagi peraih level baru di Cat 12-2010 dan Cat 13-2010
Sharing dan motivasi.
Welcome Party
Tiket Rp. 5.000,- (including snack dan katalog)
Tiket bisa didapatkan panitia d’Bistro Jogja :
christina Yulianti/Ole 0815 529 0781
Astri 0878 39 59 4321
wiwin 0815 685 2076
pemesanan tiket paling lambat :
sabtu, 15 januari 2011, jam 12.00 wib
Apa kabarr???
Bagaimana pencapaian 2010 kemaren?
Belum naik level?
Kepengen loncat level lebih tinggi lagi?
Kepengen banget dapat motivasi serta ilmu baru dari teman-teman yang
lebih dahulu menanjak karirnya disini?
Kepengen dengerin sharing dari teman-teman yang cepet naik level meski
jauh dari upline?
Daaann… dapetin info2 promo terbaru dari Oriflame??..
Yukkkk recharge semangat dan ramaikan d’BCN OOM Jogja yang akan di adakan pada :
Hari / Tanggal :Minggu / 16 Januari 2011
Pukul : 10.00 sd 12.00
Tempat : Ruang Togetherness Kantor Oriflame Jogja L. 2
Jalan Diponegoro 58, Yogyakarta
Acara ini akan diisi dengan :
Recognisi bagi peraih level baru di Cat 12-2010 dan Cat 13-2010
Sharing dan motivasi.
Welcome Party
Tiket Rp. 5.000,- (including snack dan katalog)
Tiket bisa didapatkan panitia d’Bistro Jogja :
christina Yulianti/Ole 0815 529 0781
Astri 0878 39 59 4321
wiwin 0815 685 2076
pemesanan tiket paling lambat :
sabtu, 15 januari 2011, jam 12.00 wib
Langganan:
Komentar (Atom)